Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Angin berhembus senyap- gelapnya malam kutatap. Kemudian kegelisahan mengepakkan sayap- dan ketenangan sudahlah lenyap.
Semua aktivitas terhenti, terfokus pada lamunan- kini, harusnya kamu mampu ku lupakan. Namun nyatanya, lamunan tentang mu, tak bisa ku hentikan- kalau begini, bagaimana kamu bisa ku relakan?
Aku tahu, cintamu bukan untukku- maka mengejarmu tidak ada gunanya bagiku. Sebab, kalau takdir inginnya begitu- aku bisa apa?
Berharap pun aku kan sakit- sebab harapan hanyalah angan yang rumit. Tidak pernah terwujud walau sedikit. berharap hanya akan meninggalkan kenangan pahit.