Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu menggoreskan luka-
terlalu dalam, sampai tak tampak di permukaan.
Kamu mematahkan hati-
terlalu bersemangat, sampai kepingannya terlalu banyak.
Aku tak punya obat-
untuk meredakan sakitnya.
Aku tak punya lem-
untuk menyatukan lagi kepingannya.
Aku ingin tahu-
apa kamu merasa seperti diriku?
Aku ingin tahu-
apa hatimu juga patah dan sakit seperti hatiku?
Kamu itu jahat.
Berulang kali aku mengucapkan itu.
Kamu itu jahat-
karena memberi luka, tanpa memberi obatnya.
Aku bisa saja mencari obatnya-
namun luka yang kamu goreskan-
itu luka langka.
Itu luka yang gak pernah ada sebelumnya.
Gak bisa sembuh.
Luka ini gak akan pernah bisa sembuh.
🗝️🗝️🗝️
Terimaksih telah meninggalkan jejak. Vote dan komen kalian sangat berarti ^_^
Jika mau membagikan puisi ini, jangan lupa tuliskan sumber ya.
Next!
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐞𝐫𝐞𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧𝐦𝐮 (𝖕𝖚𝖎𝐬𝖎)
Puisi// 𝐁𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐫𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐞𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧, 𝐚𝐤𝐮 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢𝐚𝐚𝐧 // (𝐡𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐨𝐮𝐭𝐬𝐢𝐝𝐞-𝐛𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐢𝐧𝐬𝐢𝐝𝐞) ____________________________________________ 𝐌𝐞𝐫𝐞...
