9 - Engaged

1.1K 489 137
                                        

Revisi 6 des

Rev 2 (19/08/25)

Semoga suka versi barunya ya 🦋

HAPPY READING
-
-
-

Terjadi juga, akhirnya.

Seberapa keras pun Rain menolak, keputusan Eyang tetap bulat: perjodohan itu tak bisa dibatalkan.

Segala cara sudah ia lakukan. Dua hari setelah bernegosiasi dengan Eyang dibantu Mino, Rain bahkan sempat kabur dari rumah. Ia sengaja tak membawa ponsel, tak masuk sekolah, hingga membuat Agra, Mino, Eyang, bahkan Azha kebingungan mencarinya ke berbagai tempat.

Namun, kebebasan itu hanya sebentar. Agra menemukannya di rumah seorang teman lama bernama Mala. Informasi dari Bimo, teman sekelas Rain yang melihatnya di kedai sate, membawa Agra langsung datang menjemput. Usaha Rain pun runtuh dalam sekejap.

Kini, rumah terasa semakin sesak. Keluarga besar berkumpul, sorak bahagia bercampur riuh. Bahkan Alyssa, ibu Mino, pulang dari Singapura demi menghadiri pertunangan Nichol dan Rain.

Di kamarnya, Rain menatap bayangan diri di cermin. Wajahnya pucat, matanya sembab, dan bibirnya kelu. Sejak kemarin ia memilih diam. Bahkan Mino pun tak ia hiraukan.

Tatapannya kemudian jatuh pada pigura foto di sudut meja. Senyum Daneen terpampang di sana, dengan latar belakang air terjun di Jogja. Itu liburan terakhir mereka, sebelum Daneen pergi, meninggalkan luka yang sampai kini tak terobati.

Air mata menumpuk di pelupuk. Kehilangan Daneen adalah luka terberat dalam hidupnya. Dan kini, luka itu dipaksa bertambah, dengan ikatan pertunangan bersama seseorang yang bahkan tak ia kenal.

Rain telah selesai berias. Tubuh mungilnya kini terbalut dress berwarna biru malam keabu-abuan, gaun turun-temurun milik Eyang Kartini. Dress yang pertama kali dibuat pada tahun 1937 di Prancis, rancangan Jeanne Lanvin, telah menjadi pusaka keluarga. Konon, gaun itu dipesan khusus untuk buyut Rain, seorang konglomerat Jawa, saat menikah dengan bangsawan Belanda.

Gaun panjang bergaya romantis klasik itu dibuat dari surra chiffon berlapis tipis, menjuntai lembut hingga menyapu lantai. Siluetnya sederhana, dengan potongan pinggang sedikit tinggi yang memberi kesan anggun tanpa terlalu menonjolkan lekuk tubuh.

Pada bagian leher, terdapat potongan bateau yang elegan. Sementara lengannya terbuat dari tulle transparan yang jatuh ringan sampai pergelangan tangan. Bordir bunga khas Jeanne Lanvin, menghiasi bagian dada dan pinggang, detail halus yang seakan menyimpan cerita masa lampau.

Gaun ini pernah dipakai banyak perempuan dalam garis keluarga mereka. Terakhir, Azha memakainya saat bertunangan dengan Darrel. Eyang sering berkata, gaun itu adalah saksi cinta turun-temurun, meski nyatanya tak semua kisah cinta lahir dari perjodohan seperti yang kini menimpa Rain.

Namun bagi Rain, gaun itu tak menghadirkan kebanggaan apa pun. Jika ia memakainya untuk bertunangan dengan seseorang yang dia cinta, mungkin cerita ini akan berbeda.

Pintu kamar tiba-tiba terbuka. Rain menoleh sekilas, mendapati Alyssa dan Azha berdiri di ambang pintu. Senyum tipis terukir di wajah mereka sebelum melangkah masuk.

"Ayo sayang, mereka udah di bawah." ucap Alyssa lembut.

Jantung Rain seketika berdetak lebih cepat. Ia memejamkan mata kemudian menghela napas sebentar.

NICHOL: Under The Maple RainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang