16 - The Jones Fam

1K 339 74
                                        

Rev 16 des

Rev 2 (30/08/25)

✨️ semoga suka versi barunya ya <3 ✨️

🦋Happy Reading🦋
-
-
-

Jam menunjukkan pukul setengah tiga sore. Mereka pulang lebih cepat lagi kali ini, karena guru piket sekarang adalah Pak Andre, pengajar olahraga yang memang memberi kelonggaran siswa untuk pulang kapan saja, jika memang guru di jam terakhir tak ada.

Masalah antara Stefy dan Lea berakhir dengan keputusan... Lea diskors selama tiga hari dan dilarang masuk sekolah. Sedangkan Stefy, entah karena pengaruh Dania atau alasan lain, justru dinyatakan tidak bersalah.

Stefy sudah lebih dulu pulang. Cassie dan Andra memilih pergi menonton film terbaru di bioskop. Rain sempat ingin ikut, namun ia mengurungkan niat setelah teringat bahwa Nichol akan pulang ke rumahnya untuk mengambil motor.

Kini, Rain duduk sendirian di halte dekat sekolah. Nichol sempat bilang kalau Pak Adang akan menjemput mereka, tetapi jika Rain ikut naik dari parkiran sekolah, kemungkinan besar siswa lain akan melihat dan menaruh curiga.

Namun ditunggu-tunggu, Nichol tak kunjung muncul. Mobil Pak Adang sudah terlihat masuk ke area parkiran sejak tadi, tetapi belum juga keluar.

Rain membuka aplikasi chat di ponselnya, lalu mengirim pesan singkat untuk Nichol.

Rain membuka aplikasi chat di ponselnya, lalu mengirim pesan singkat untuk Nichol

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rain mendengus, sudah lebih dari lima menit ia menunggu di halte. Beberapa angkutan umum sempat berhenti dan menawarinya tumpangan, namun semuanya ia tolak.

Hingga, sebuah mobil hitam berlogo BMW berhenti tepat di depannya. Kaca jendela perlahan diturunkan, memperlihatkan wajah Nichol yang tersenyum seolah tanpa rasa bersalah, padahal sudah membuat istrinya menunggu cukup lama.

Rain hanya mendelik sekilas sebelum membuka pintu dan duduk di kursi belakang, tepat di samping Nichol.

"Pak, jangan pulang dulu. Ke tempat biasa ya," ucap Nichol.

"Siap, Den," jawab Pak Adang seraya menjalankan mobil kembali.

Rain menoleh, menatap Nichol. "Kita mau ke mana?" tanyanya datar.

"Gue mau ajak lo makan."

"Ke?"

"Ada deh."

Rain hanya menatapnya sekali lagi, lalu mengalihkan pandangan. Sementara itu, Nichol sudah mengeluarkan Nintendo dari tas dan mulai memainkan game dengan santai. Rain memilih diam, memperhatikan pemandangan luar jendela yang terus berganti.

NICHOL: Under The Maple RainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang