32 - Secret?

779 204 57
                                        

Rev 26 mar

🦋🦋

100% alur di ubah

Happy Reading


Rain memperhatikan gadis tinggi berpostur tegas dengan mata cokelat bulat yang berdiri di hadapannya. Wajah itu tidak asing, bayangan pertemuan beberapa hari lalu langsung menyusup ke ingatannya.

Saat itu di rumah Echa. Gadis ini datang menemui Nichol. Dan yang paling Rain ingat, Nichol justru menghindar. Menarik dirinya menjauh pergi.

“Oh,” Rain menyapa ringan. “Hai?”

Amy mengangguk tipis.

“Gue yang kemarin dateng ke rumah Nichol.”

Ingatan Rain beralih ke malam mereka makan di angkringan sate. Di sana Nichol sempat menyebut nama Amy, setengah cerita, terpotong, lalu menghilang begitu saja. Yang Rain tahu hanya satu, gadis ini datang dari Kanada, dan dia butuh bantuan Nichol.

Amy tersenyum kecil sambil menyelipkan rambut sebahunya ke belakang telinga. Penampilannya santai tapi rapi, jeans panjang, cardigan biru, dan tas laptop coklat tergenggam di tangan.

“Lo beneran pacaran sama Nichol?” tanyanya tiba-tiba, setelah menelisik Rain dari ujung kepala sampai kaki.

Rain sedikit terkejut. “Kenapa emangnya?” ia menaikkan sebelah alis.

Amy mengedikkan bahu.

As I know,” ucapnya ringan, “Nichol bukan tipe orang yang gampang suka sama cewek lain.”

“Maksudnya?” Rain mulai merasa percakapan ini mengarah ke tempat yang tak nyaman.

Amy berdeham kecil. “Kalian udah berapa lama?”

Rain terdiam sejenak. Sebuah tawa kecil lolos tanpa sadar.

“Kenapa nanya kayak gitu?”

Amy melangkah maju setapak, mengikis jarak di antara mereka. Ia sedikit menunduk karena perbedaan tinggi.

Red flag,” bisiknya. “Ada banyak hal yang dia sembunyiin dari lo.”

“Jadi gue harap,” lanjut Amy pelan, “lo gak terlalu cinta sama dia.”

Kalimat itu menggantung di udara.

Rain tak langsung menjawab. Di kepalanya muncul banyak pertanyaan, tapi ia memilih tak menggalinya sekarang. Ia tak mau memberi Amy ruang, atau membiarkan kalimat itu menempel padanya terlalu dalam.

Akhirnya Rain tersenyum tipis, lalu mengangguk.

Thank you. Gue bakal hati-hati sama dia.” katanya ringan.

Kalimat yang Amy ucapkan barusan tak serta-merta membuat Rain berpikir ke arah yang aneh. Ia memang menangkap ada nada peringatan di sana, tapi bukan sesuatu yang langsung ia telan mentah-mentah.

Nichol berbahaya?
Sebahaya apa memangnya?

Rain justru merasa itu terdengar berlebihan. Nichol yang ia kenal keras kepala, iya. Menyebalkan, sering. Tapi berbahaya? Rasanya tidak masuk akal.

NICHOL: Under The Maple RainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang