6 - Nichol

1.4K 600 171
                                        

Revisi 31 okt

Rev (11/08/25)

Semoga suka versi barunya yaa

Happy reading


Rain duduk di kursi depan, tepat di samping Agra, sementara Rissa duduk sendirian di belakang.

Sejak awal pernikahan Agra dan Rissa tiga tahun lalu, Rain tidak pernah membiarkan perempuan itu menyentuh atau mengambil alih apa pun yang dulu pernah menjadi milik ibunya, Daneen.

Pernikahan yang dibangun di atas perselingkuhan, dan dilangsungkan hanya empat hari setelah kematian Daneen, telah menanamkan kebencian mendalam di hati Rain. Rain dan Azha bahkan sempat memilih tinggal di rumah Eyang selama dua tahun, sebagai bentuk penolakan terhadap pernikahan tersebut.

Daneen Rasheed, wanita kelahiran Jeddah, Arab Saudi, berasal dari keluarga sederhana. Kedua orang tuanya asli Indonesia, namun bekerja sebagai TKI di sana. Karena kondisi mereka yang memprihatinkan, Daneen diadopsi oleh keluarga majikan orang tuanya dan dibesarkan di Saudi hingga usia 17 tahun.

Pertemuannya dengan Agra terjadi saat mereka sama-sama menempuh pendidikan di universitas. Dari sanalah hubungan mereka berlanjut hingga pernikahan yang bertahan hampir 28 tahun tersebut hancur oleh ulah Agra sendiri.

Kematian Daneen terjadi akibat serangan jantung, tak lama setelah ia mengetahui perselingkuhan suaminya dengan Rissa. Sejak saat itu, Rain tak pernah benar-benar menerima kehadiran Rissa, baik di rumah maupun di hidupnya.

Itu juga alasan yang mendasari Rain menjadi gadis badung seperti sekarang.

"Sayang, kamu bawa handphone aku kan? Aku lupa di mana aku simpen tadi." Agra menoleh ke kursi belakang, menatap istrinya.

Lampu merah di depan cukup menyinari dan membuat bayangan pada wajah mereka.

"Udah di bilang kalau ada Rain gak usah sayang-sayangan. Ngerti tempat gak sih? Dipikir cocok apa kayak gitu? Umur udah tua, sok-sokan kayak anak muda." Rain melirik Agra dan Rissa bergantian, lalu kembali menatap layar ponsel di tangannya.

"Kamu bisa sopan sedikit gak sama orang tua?" suara Agra meninggi, matanya menatap tajam ke arah putri bungsunya.

"Papa bisa gak hargain Rain?" balas Rain cepat.

Agra menoleh sebentar ke lampu lalu lintas yang masih merah.

"Papa nggak pernah ajarin kamu kayak gitu! Papa sekolahin kamu biar bisa hormat sama orang tua, sopan, gak membangkang, gak ngejek. Bergaul sama orang gak bener tuh kayak gini hasilnya, liat kelakuan kamu!"

Rain mengangkat kepalanya, menatap balik. "Papa sadar gak sih, Pa? Didik anak biar jadi lebih baik itu gak cukup ngandelin guru! Harus ada peran orang tua. Pertanyaannya, Papa pernah gak didik Rain supaya nurut, sopan, dan gak ngejek orang?"

"Berani ka-"

"Papa sendiri berani selingkuh, bentak orang, gak pernah bisa ngehargain, gimana anaknya mau punya karakter baik?!" potong Rain tajam.

Ucapan itu membuat darah Agra langsung mendidih. Pandangannya menusuk diiringi napas berat. Sekejap kemudian, tangannya terulur dan menggenggam pergelangan Rain dengan kasar.

NICHOL: Under The Maple RainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang