8 - Talk

1.1K 526 141
                                        

Rev 2 (18/08/25)

🦋 Revisi 5 DES 🦋

Happy Reading


Bel pulang akhirnya berbunyi. Patty, guru di jam terakhir, menutup pelajaran dengan cepat. Suasana kelas IPA 2 langsung riuh, ada yang buru-buru merapikan alat tulis, ada yang mengobrol, ada juga yang masih mencatat sambil berdiskusi. Sedang Rain, Cassie, dan Andra segera beres-beres, buku kembali ke tas, kursi ditarik ke posisi semula.

"Tugas yang ini di beresinnya besok aja ya? Gak usah kerja kelompok, gue males." celetuk Cassie sambil meregangkan badan.

Cassie, yang tadinya duduk di kursi kedua bersama Rain, sempat pindah ke bangku Stefy di sebelah Andra. Agar lebih nyaman dan leluasa mengerjakan tugas kelompoknya, mereka menyatukan kursi ke belakang, ke meja milik Rain.

"Ck, biasa juga gue yang ngerjain di rumah, gak ada kerja kelompok-kerja kelompok." cibir Rain sambil menutup tempat pensil.

"Kan lo pinter," sahut Cassie sambil terkekeh, lalu memberikan flying kiss.

"Halaman berapa tadi? Biar gue tandain," tanya Andra seraya membolak-balik buku paket.

"Ini nih," jawab Rain, membantu menandai halaman dengan pensil dan melipat ujung kertas agar lebih jelas.

Setelah semuanya selesai, Rain menginstruksikan teman-temannya untuk memberi salam pada Patty. Tak lama, guru itu kemudian pergi sambil membawa beberapa lembar kertas di tangannya.

Sebagian siswa langsung berhamburan keluar dengan tergopoh-gopoh, sementara sebagian lain seperti biasa, langsung menggelar tikar, bersiap untuk bermain game online.

"Pulang sekarang?" tanya Mino menghampiri Rain.

Rain mengangguk pelan. Ia harus bertemu Eyang hari ini juga, berbicara empat mata soal perjanjian gila yang terlalu membebani dirinya. Sesuatu yang jika ditunda, malah akan sulit ia negosiasi nantinya.

Rain sudah siap dengan tas di punggung dan jaket di tangan. Gerakannya membuat beberapa teman yang rebahan di tikar menoleh.

"Lo gak main dulu, Ra?" tanya Devan, salah satu dari mereka.

"Besok deh, dua ronde. Mino ngajak gue pulang," jawab Rain sambil melirik Mino yang berdiri di depan papan tulis, mencoret-coret sesuatu secara abstrak.

"Dih? Lo yang ngajak cepet!" balas Mino tak terima.

Rain mendelik pada lelaki yang kini sudah sibuk dengan helm. Kemudian menoleh ke Andra dan Cassie.

"Kalian langsung pulang?"

Cassie terdiam sejenak sebelum menggeleng. "Kayaknya nggak deh. Gue mau main dulu, Daffa juga mau ke sini."

Cassie menatap Andra, "Ikut ya Ndra? Pulangnya bareng gue aja."

Andra nampak berpikir sebelum mengiyakan ajakan Cassie, "boleh deh."

"Kalau gitu gue duluan ya." Rain menepuk lengan Cassie dan Andra sebentar.

Sesudah itu, ia melirik ke arah Mino yang kini berdiri di depan pintu dengan helm full face hitam di kepala, siap berangkat.

NICHOL: Under The Maple RainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang