FOLLOW SEBELUM MEMBACA!
Memilih untuk menerima perjodohan yang Eyangnya lakukan, Rain pikir semua akan kembali normal dan masalahnya dapat teratasi. Rain tak pernah tahu, tindakan yang ia ambil akan berakhir menyedihkan.
Rain memutuskan untuk meni...
"Eh, ehhh, sumpah gue nggak suka banget sama si Ani."
"Gue malah nggak suka sama kakaknya si Ani."
"Anjing, gara-gara lo gue kalah!!"
"Sini tendang bolanya, WOI!"
"Jangan ke sana!!! Balik... ayo buruan balik! Anjir lo kenapa sih, bangsat."
"Setan! Mata lo gue colok ya monyet! Apaan sih lo pake dorong gue segala!"
"Bola gue itu woi, jangan dimainin!"
Suasana kelas IPA 2 kacau balau. Bel masuk sudah berbunyi beberapa menit lalu, tapi guru yang seharusnya masuk tak kunjung terlihat.
Sejak pelajaran olahraga tadi, Rain memilih tidak ikut bermain dan lebih banyak tidur. Sekarang pun ia hanya duduk di kursinya, kepala disandarkan ke jendela, sesekali melirik ke dalam kelas yang nyaris tak terkendali.
Siswa laki-laki terbagi menjadi tiga kubu. Kubu pertama memainkan gitar sambil bernyanyi asal dan memukul-mukul meja mengikuti irama. Kubu kedua main bola di dalam kelas, mengganggu siswi yang sedang tidur dan sibuk bergosip. Kubu ketiga justru santai di tikar, larut dalam game online.
Cassie dan Stefy asyik berkeliling, meminta camilan ke setiap meja. Sementara Andra dan Mino sibuk foto-foto dengan beberapa teman, gaya mereka sudah seperti seleb.
Di sisi lain, ketua kelas yang tadi sempat terkena bola memilih diam. Ia duduk membuka ponsel, bolak-balik membuka media sosial dan sesekali membalas chat.
Rain yang dari tadi hanya mengamati, tiba-tiba mengernyit. Layar ponselnya menampilkan notifikasi pesan dari nomor tak dikenal.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rain terkekeh pelan membaca isi chat. Sudah sering ia menerima pesan aneh seperti itu. Semua bermula dari ulah Mino yang hobi menyebarkan nomor Rain ke teman-teman badung nya. Kadang Rain kesal, kadang ia malah iseng membalas jika merasa tidak berbahaya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.