Rev 12 okt
Rev 2 (25/02/26)
💐💐
98% alur di ubah
Kayaknya ga nyambung, tapi yaudahlah, karena laper jadi ga bisa mikir haha
🌜🌜
Happy Reading
•
•
•
Malam turun bersamaan dengan hujan. Jarum jam menunjukkan pukul sembilan lewat lima belas ketika Rain sudah berada dalam pelukan Nichol, bersiap untuk tidur. Wajah gadis itu tersembunyi di dadanya, napasnya hangat dan teratur. Satu tangan Nichol berada di bawah kepala Rain, jemarinya mengusap rambut pelan, sementara tangan yang lain bertumpu di punggung, memeluknya erat.
Setelah dari danau tadi, mereka memang langsung pulang. Hujan turun cukup deras sejak sore, membuat jalanan basah dan udara semakin dingin. Tidak ada rencana lain, jadi mereka memilih berdiam di rumah saja.
Kini kamar mereka remang-remang. Lampu tidur menyala redup, dan suara hujan yang menghantam jendela terdengar konstan, menciptakan suasana yang seharusnya nyaman dan menenangkan.
Seharusnya. Namun bagi Nichol, malam ini terasa berbeda.
Di perjalanan pulang tadi, rasa tak nyaman itu datang lagi tanpa peringatan. Dadanya tiba-tiba sesak, kepalanya berdenyut hebat, pandangannya sempat berkunang-kunang, air matanya bahkan jatuh tanpa ia sadari. Semua itu dipicu oleh satu ingatan yang masuk begitu saja ke kepala.
Tangannya sempat goyah saat memegang setang motor. Perahu di danau belum lama berlalu, tapi ia hampir kehilangan keseimbangan di jalan. Untung saja ia masih bisa mengendalikan sebelum terjadi apa-apa.
Jika terakhir kali yang ia ingat adalah, dirinya dan Aina berjalan di lorong apartemen, dengan wajah Aina yang gelisah dan takut. Namun kini, yang muncul justru gambaran lantai yang dipenuhi darah merah dan berantakan, serta sosok Alex yang berdiri di sana. Wajah lelaki itu samar, tapi cukup jelas untuk membuat jantung Nichol berdegup kencang.
Ia tak tahu apakah itu ingatan asli atau hanya imajinasinya sendiri. Tapi demi apa pun, semua itu terasa nyata dan itu yang membuatnya takut.
Nichol mulai merasa seolah dirinya ikut terlibat dalam sesuatu yang seharusnya tak ia sentuh. Pikiran buruk terus bermunculan tanpa bisa dihentikan. Bagaimana jika ia benar-benar melihat kejadian yang menimpa Eric? Atau lebih buruk lagi, bagaimana jika ia sebenarnya ada di sana, dan menjadi bagian dari...? Tidak.
Ia harus segera bertemu Amy untuk bicara. Ia bahkan belum sempat membaca update terbaru tentang kasus itu, tentang siapa pelakunya atau siapa yang dicurigai polisi.
Semakin dipikirkan, semakin sulit baginya untuk bernapas dengan tenang. Namun sekarang, saat menatap Rain yang tertidur di pelukannya, Nichol justru ragu.
Apakah Rain akan bereaksi seperti Amy dan mencoba membantunya jika ia bercerita? Atau seperti Andra, yang menyuruhnya melupakan seolah itu bukan masalah besar? Ia takut kehilangan perempuan ini.
Tapi di sisi lain, terus menyembunyikan semuanya juga terasa salah. Hubungan mereka tidak mungkin dibangun di atas kebohongan dan rahasia. Cepat atau lambat, Rain pasti akan tahu.
KAMU SEDANG MEMBACA
NICHOL: Under The Maple Rain
Novela JuvenilFOLLOW SEBELUM MEMBACA! Memilih untuk menerima perjodohan yang Eyangnya lakukan, Rain pikir semua akan kembali normal dan masalahnya dapat teratasi. Rain tak pernah tahu, tindakan yang ia ambil akan berakhir menyedihkan. Rain memutuskan untuk meni...
