Rev 27 des
Rev 2 (8/09/25)
🧚♂️ Semoga suka ya <3 🧚♂️
Happy Reading
-
-
-
Rain turun dari motor, melepas helm lalu merapikan poninya yang berantakan. Ia menyerahkan benda pelindung kepala itu kembali pada Nichol, dan lelaki tersebut segera menggantungkannya di kaca spion.
Tangan Rain masih sibuk menyisir rambut yang acak-acakan karena angin. Namun, tiba-tiba ia terdiam, ketika Nichol, tanpa pikir panjang, mengangkat tangannya lalu membantu merapikan poni gadis itu.
Gerakan sederhana tersebut cukup membuat Rain terkesiap. Ia cepat-cepat menutupi keterkejutannya, bersikap biasa saja, lalu mundur selangkah.
"Tadi lo sarapan gak bener. Sebelum olahraga, beli dulu sesuatu biar gak pingsan," ucap Nichol mengingatkan, nada suaranya datar tapi tulus.
Rain hanya menunduk sambil mengangguk.
"Gue duluan," ujarnya, hendak beranjak.
Namun belum sempat Rain berjalan jauh, Nichol tiba-tiba menarik pergelangan tangannya.
"Hm?"
Nichol merogoh saku celana, mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah tanpa ia hitung lebih dulu, lalu dengan cepat, menyelipkannya ke telapak tangan Rain.
"Apa ini?" tanyanya pelan.
"Duit."
"Tau, maksudnya buat apa?"
"Uang jajan lo," jawab Nichol cepat.
"Kok--? Nggak, Nichol, gue ada." Rain menatap uang tersebut lalu buru-buru mengembalikannya. Namun sebelum itu, Nichol sudah lebih dulu mundur dan menghindar.
"Ambil aja. Buat jajan lo."
Rain mendesah, tetap mendekati Nichol untuk mengembalikan uang tersebut. "Gue beneran ada. Papa udah kasih uang-"
"Lo tanggung jawab gue, Ra," potong Nichol cepat.
Rain terdiam. Matanya melebar, dengan mulut masih setengah terbuka, sementara Nichol menambahkan dengan suara yang nyaris berbisik, hanya bisa mereka berdua dengar.
"Kewajiban gue buat kasih nafkah ke lo. Kalau gak mau jajan sama uang itu, tabung aja. Atau beli apa yang lo suka. Kalau kurang, bilang ke gue. Jangan minta lagi ke Papa."
Rain menatap uang di tangannya lama sekali. Ada rasa sungkan, tapi juga hangat yang muncul diam-diam. Mereka memang menikah, dan kata-kata Nichol barusan membuatnya sadar, lelaki itu mulai benar-benar menganggapnya sebagai istri.
"Tapi ini kebanyakan. Lo dapet uang dari mana?" bisiknya ragu.
Nichol tersenyum kecil. Ia mengambil uang itu kembali, lalu tanpa basa-basi menyelipkannya ke saku di dada Rain.
"Restoran. Gak usah khawatir, pake aja. Pokoknya jangan minta lagi ke Papa."
Tak berhenti di situ, Nichol merogoh saku lain, mengeluarkan lebih dari lima lembar uang lagi, lalu menyodorkannya pada Rain.
KAMU SEDANG MEMBACA
NICHOL: Under The Maple Rain
Teen FictionFOLLOW SEBELUM MEMBACA! Memilih untuk menerima perjodohan yang Eyangnya lakukan, Rain pikir semua akan kembali normal dan masalahnya dapat teratasi. Rain tak pernah tahu, tindakan yang ia ambil akan berakhir menyedihkan. Rain memutuskan untuk meni...
