Rev 2 apr
Rev 2 (26/12/25)
98% alur di ubah
🦋🦋
Happy Reading
•
•
•
Setelah makan, mereka langsung menuju bioskop. Nichol yang memutuskan film tanpa banyak pertimbangan, seolah memang sudah ia rencanakan sejak awal. Pilihan jatuh pada film Taiwan yang sedang populer akhir-akhir ini, dengan judul Nada Cinta jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia.
Kisahnya sederhana namun emosional. Dua orang dengan kekurangan masing-masing dipertemukan secara tak sengaja di sebuah konser musik. Dari sana, hubungan mereka tumbuh perlahan, disertai luka, kehilangan, dan keraguan. Banyak rintangan harus mereka lewati sebelum akhirnya bisa bersama dan membangun hidup baru di Taipei.
Di bagian tengah film, suasana berubah sendu. Beberapa adegan terasa menekan, cukup untuk membuat Rain menitikkan air mata. Ia terhanyut oleh cerita itu, oleh perasaan kehilangan dan harapan yang saling bertabrakan.
Nichol menyadari. Meski sempat tertawa kecil melihat reaksi Rain, ia tetap merangkul tubuh istrinya, mengusap bahu dengan gerakan pelan, seolah memberi ruang aman agar Rain bisa menumpahkan emosinya tanpa merasa malu.
Ketika film berakhir dan lampu bioskop kembali menyala, mereka bersiap untuk pulang. Namun langkah Nichol terhenti di lantai tiga. Sebuah photobooth dengan pencahayaan hangat dan dekorasi yang menarik mencuri perhatiannya.
Rain sempat menolak, tapi Nichol tetap menariknya masuk. Akhirnya Rain menyerah, mengikuti kemauan lelaki itu dengan desahan pasrah.
Di dalam photobooth, Nichol terlihat jauh lebih bersemangat. Ia berganti-ganti pose tanpa bisa diam, sementara Rain yang awalnya enggan justru ikut tersenyum cerah.
Pada sesi pertama, Nichol membiarkan Rain berfoto sendiri beberapa kali. Ia sibuk merekam momen, meniru gaya film yang baru saja mereka tonton. Saat Rain selesai, ia menarik Nichol mendekat dengan gerakan cepat, kesal karena perhatian lelaki itu terus saja terpecah.
Ketika hitungan waktu di layar hampir habis, Rain menyandarkan kepalanya ke bahu Nichol dan tersenyum ke arah kamera. Nichol sempat terkejut, tubuhnya kaku sesaat sebelum lampu kamera menyala.
Setelah foto terambil, Nichol menoleh padanya dengan ekspresi seperti 'excuse me?'. Rain mengabaikan, dan segera bersiap untuk sesi berikutnya.
Nichol kembali bertingkah. Ia berdiri di belakang Rain, bersembunyi setengah badan, lalu mengangkat kedua tangannya membentuk pose konyol di atas kepala Rain. Waktu yang tersisa terlalu singkat untuk protes, membuat Rain kembali menyerah dan tersenyum.
Momen itu tertangkap kamera, tidak sempurna, sedikit berisik, namun terasa hangat.
Di foto terakhir sesi pertama, Rain sengaja menggeser tubuhnya ke samping, membiarkan Nichol berdiri sendiri di dalam frame. Nichol sempat menoleh sekilas, namun ia menangkap maksud Rain, lalu dengan santai menirukan pose sebelumnya, mengangkat dua jari dan tersenyum lebar ke arah kamera.
Lampu kamera berkedip. Sesi pertama pun selesai.
Mereka masih berdiri di dalam bilik kecil itu, menatap hasil cetakan yang perlahan muncul. Hasilnya terlihat lucu, bahkan menggemaskan. Nichol justru lebih lama memperhatikan tiga foto awal saat Rain berpose sendiri. Senyumnya yang lembut, sorot matanya yang hidup, bibirnya yang melengkung natural, semuanya berhasil menyita perhatian Nichol tanpa sisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
NICHOL: Under The Maple Rain
RomanceFOLLOW SEBELUM MEMBACA! Memilih untuk menerima perjodohan yang Eyangnya lakukan, Rain pikir semua akan kembali normal dan masalahnya dapat teratasi. Rain tak pernah tahu, tindakan yang ia ambil akan berakhir menyedihkan. Rain memutuskan untuk meni...
