37 - Quadruple Date

676 132 5
                                        

Rev 12 apr

Rev 2 (27/12/25)

VERSI NOVEL LEBIH SERU LOH HAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHA

🦋🦋

100% alur diubah

Happy Reading


Tidak ada yang benar-benar yakin bagaimana rencana ini dimulai.

Semua bermula dari Efline yang siang tadi ribut sendiri di kantin, sibuk membahas trending topic terbaru, tentang postingan Rain yang akhirnya terang-terangan menampilkan Nichol.

Bukan hanya lingkaran pertemanan mereka yang heboh, satu Nusantara I ikut geger. Rain digoda dari segala arah, dari candaan halus sampai ejekan terang-terangan.

Di kantin, Efline dan Daffa jadi pusat keributan. Suaranya mendominasi, tawa mereka menular, membuat suasana yang awalnya biasa saja berubah riuh dan hidup.

Karena itulah Efline akhirnya mengusulkan rencana lama mereka, Quadruple Date.

Tentu saja, Efline masih dengan ide gilanya, menyuruh memakai baju couple dan membawa spanduk kecil. Rayn langsung menolak tanpa basa-basi.

Namun setelah Daffa menambahkan bahwa ini bisa sekalian jadi perayaan ‘jadian’-nya Nichol dan Rain, akhirnya semua setuju.

Langit Jakarta kini mulai gelap. Jam menunjukkan pukul enam lewat sedikit. Sepuluh menit lalu mereka masih berdiri di depan gerbang taman kota, membawa delapan minuman dingin, kantong jajanan yang jumlahnya berlebihan, dan empat lelaki yang terlihat terlalu bersemangat untuk sesuatu yang seharusnya santai.

Suasananya cozy. Ada danau kecil yang dihiasi lampu-lampu, deretan pencahayaan kuning yang berjajar rapi di antara pepohonan rindang, rumput halus, serta angin petang yang berembus pelan.

Sekarang mereka sudah duduk di atas tikar besar yang Efline bawa dari rumah. Di sekelilingnya berserakan makanan instan dan minuman, mainan yang dibawa Daffa, beberapa hadiah kecil dari Cassie dan Andra, serta selimut tipis yang sengaja disiapkan Stefy.

Soal Stefy, urusan belum sepenuhnya selesai. Lea masih belum diberi keputusan oleh pihak sekolah, namun sidang terakhir perceraian Dania dan Bagas dijadwalkan hari Senin depan.

Meski begitu, Stefy terlihat lebih berwarna malam ini. Senyumnya lebih sering muncul.

Ia duduk di samping Efline yang sedang membuka botol soda. Sejak tadi, lelaki itu terlihat terlalu menjaga image, bahu tegap, langkah santai, senyum tipis. Sayangnya, lima detik kemudian, botol soda yang baru setengah terbuka menyembur deras dan mengenai celananya.

Refleks, semua tertawa. Begitu juga dengan Stefy.

“Yang bener kenapa, habis dikocok-kocok si Daffa itu,” kata Rayn sambil tergelak.

“Kamu gapapa, Beb?” tanya Stefy sambil mengambil tisu, lalu membantu Efline mengelap celananya.

“Gapapa,” jawab Efline cepat. “Aku emang suka… uji refleks.”

“Uji refleks macam apa itu, anjir,” sahut Daffa.

“Kenapa sih,” gumam Cassie pelan, “tiap kita ngumpul selalu ada aja yang kena sial.”

NICHOL: Under The Maple RainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang