Rev -27 okt
REV 2 (15/11/24)
Rev 3 (08/07/25)
Happy Reading
•
•
•
Bel pulang, berbunyi beberapa menit lalu. Banyak siswa dan siswi yang berlarian keluar kelas agar bisa cepat kembali ke surga dunianya masing-masing. Sedangkan Rain, Cassie dan Andra masih duduk di bangku mereka.
Biasanya Rain, Cassie dan Stefy akan tetap berada di sana hingga sekolah ditutup. Bermain game online dengan anak-anak dari kelas lain, adalah kebiasaan mereka sejak masih duduk di kelas 10.
Katanya, bermain game online saat pulang sekolah, terkesan lebih bebas dan menyenangkan. Mereka akan berkumpul di satu ruangan, lalu mengunci pintu, kemudian menggelar tikar dan berbaring dengan berbagai camilan di atasnya, diiringi teriakan-teriakan tak jelas yang keluar dari masing-masing mulut mereka.
Sudah berkali-kali di tegur agar langsung pulang, namun Rain 'si pembawa' tak pernah peduli atau menghiraukan.
Kali ini, suasananya agak sedikit berubah. Stefy dan Lea masih berada di ruang Pak Kepala sejak istirahat pertama. Orang tua mereka juga dipanggil untuk dimintai keterangan.
Dania, ibu Stefy, datang ditemani pengacara, sementara Lea hanya didampingi oleh tantenya.
Rain sempat melewati ruangan itu ketika hendak ke toilet. Ia tak sengaja mendengar suara Dania yang meninggi, nadanya penuh tekanan tertuju pada Lea, terdengar jelas hingga ke lorong.
Sebenarnya, Rain sempat menolak percaya bahwa Lea menjadi simpanan Bagas. Tapi ketika ia menemani Stefy membuntuti Bagas malam itu, segalanya mulai masuk akal. Rain memang tak melihat dengan jelas wajah perempuan itu. Namun dari caranya berbicara, berjalan, dan tas yang dibawa, Rain cukup yakin siapa dia.
Ketika pikirannya masih berputar, tiba-tiba saja Cassie menyenggol siku dan mencubit lenganya pelan.
"Kenapa sih lo Ra?"
Rain menengok lalu menggeleng pelan. "Nggak kenapa-napa. Lo mau pulang sekarang?" tanya Rain sambil meraih tasnya untuk digendong.
"Iya, nyokap gue mau ke rumah Oma hari ini," jawab Cassie sambil mengangguk.
Rain menoleh ke arah Andra yang tengah membenarkan tali sepatu. "Lo juga langsung pulang, Ndra?"
"Iya. Lo mau bareng? Kita kan searah," balas Andra cepat.
Rain diam sebentar kemudian melirik ke arah Mino, "Nggak deh Ndra, gue mau ke rumah Eyang dulu bareng Mino."
Andra mencuri pandang pada lelaki yang tengah berbaring tengkurap di tikar lantai sambil bermain game, lalu melihat jam di dinding, kemudian menatap bergantian antara Rain dan Cassie. "Kalau gitu, gue duluan ya? Nichol udah nunggu di depan."
Rain dan Cassie kompak mengangguk,, "Hati-hati Ndra."
Andra tersenyum, menggendong tasnya, lalu berjalan keluar kelas sambil berlari ke arah parkiran.
Mino bangkit ketika game yang ia mainkan kalah. Lelaki itu menghampiri Rain dengan sempoyongan, sambil memegangi area perutnya
"Ayo lah, gue laper nih." ajak Mino segera.
Rain menoleh sebentar, "Gue duluan ya Cas."
Cassie mengangguk sembari melambaikan tangan. "Hati-hati Rain."
KAMU SEDANG MEMBACA
NICHOL: Under The Maple Rain
Fiksi RemajaFOLLOW SEBELUM MEMBACA! Memilih untuk menerima perjodohan yang Eyangnya lakukan, Rain pikir semua akan kembali normal dan masalahnya dapat teratasi. Rain tak pernah tahu, tindakan yang ia ambil akan berakhir menyedihkan. Rain memutuskan untuk meni...
