rev 6 apr
Rev 2 (27/12/25)
98% alur di ubah
🦋🦋
Selamat Membaca
-
-
-
Rain dan Nichol kini berada di sebuah supermarket. Karena Rain sudah tinggal di Malibu dan sangat menyukai udang, Nichol sengaja mengajaknya belanja cukup banyak. Selain untuk memenuhi keinginan istrinya, Nichol juga berniat membeli beberapa bahan makanan lain agar Asti tak perlu repot pergi ke pasar.
Mereka berkeliling menyusuri lorong-lorong panjang, Nichol mendorong troli sementara Rain berjalan di sampingnya, sesekali berhenti untuk melihat-lihat. Supermarket itu cukup besar, salah satu yang terbesar di kawasan dekat Malibu, menyediakan berbagai bahan makanan dari dalam maupun luar negeri.
Saat sampai di meat section, Nichol langsung mengambil beberapa potong daging tanpa ragu. Padahal sebelumnya, di area seafood, ia sudah mengambil cukup banyak, terutama udang kesukaan Rain dan cumi favorit Andra.
Bagaimanapun juga, Andra tetap ia perhatikan karena statusnya sebagai kakak.
Rain yang melihat isi troli mulai penuh segera menahan tangan Nichol ketika lelaki itu hendak mengambil daging lagi, bahkan sudah yang keempat kalinya.
"Kebanyakan gak sih ini?"
Nichol menoleh santai. "Kan buat seminggu, my baby honey."
Panggilan itu langsung membuat Rain mendelik. Ia mendorong bahu Nichol pelan, setengah kesal, setengah malu.
My baby honey.
Panggilan yang menurut Rain terdengar alay, tapi entah kenapa terasa berbeda jika keluar dari mulut Nichol. Apalagi setelah sebelumnya Efline, Rayn, dan Daffa sempat menggoda soal itu. Rain bahkan pernah memastikan sendiri, dan ternyata benar, Nichol menyimpan kontaknya dengan nama tersebut.
Rain sempat kaget dan meminta Nichol menggantinya, tapi lelaki itu menolak mentah-mentah dengan alasan panggilan tersebut lucu. Sejak saat itu, Nichol justru makin sering memanggilnya begitu. Terkadang Rain tak suka dan menyuruhnya berhenti, tapi Nichol seolah sudah terlanjur menjadikannya kebiasaan.
Troli kembali bergerak menuju vegetables section. Nichol mengambil wortel, kol, dan beberapa sayuran lain dengan cepat, tanpa mengecek harga ataupun kondisi barangnya lebih dulu.
Rain kembali menahan tangan Nichol. Ia menghela napas pelan, lalu mengambil wortel dari dalam troli dan memutarnya perlahan, memperhatikan permukaannya.
"Liat dulu ini-nya, siapa tau jelek." ucap Rain.
"Ih, wortel shaming."
Rain mendelik, namun ia tetap menukar wortel tersebut dengan yang lain, yang terlihat lebih segar. Nichol memperhatikannya sambil tersenyum, seolah menikmati caranya Rain teliti dan cerewet soal hal-hal kecil seperti itu.
Pandangan Nichol kemudian teralihkan. Tak jauh dari sana, terdapat rak berisi bumbu-bumbu instan. Ia melirik Rain yang masih fokus memilih wortel dengan kualitas terbaik.
"Bentar ya, Ra. Gue mau ambil saus dulu."
Rain mengangguk singkat tanpa menoleh. Nichol pun segera berjalan menuju rak itu, meninggalkan Rain yang masih sibuk memastikan isi troli mereka benar-benar layak dimasak.
Ada banyak macam saus, mayones, dan bumbu instan berjajar rapi di rak tersebut. Nichol memperhatikannya satu per satu dengan serius. Ia membaca merek, isi, bahkan sempat membandingkan beberapa produk sebelum memutuskan. Fokusnya penuh, sampai-sampai ia harus sedikit menunduk untuk melihat barang yang berada di rak paling bawah.
KAMU SEDANG MEMBACA
NICHOL: Under The Maple Rain
RomanceFOLLOW SEBELUM MEMBACA! Memilih untuk menerima perjodohan yang Eyangnya lakukan, Rain pikir semua akan kembali normal dan masalahnya dapat teratasi. Rain tak pernah tahu, tindakan yang ia ambil akan berakhir menyedihkan. Rain memutuskan untuk meni...
