Rev 17 jan
Rev 2 (22/09/25)
-
HAMPIR 90% ALURNYA DI UBAH
-
Follow akun aku ya msslwtii
Jangan lupa juga vote dan komennya
-🦋-
Happy Reading
-
-
-
Malam ini, Nichol berniat bertemu dengan beberapa teman lamanya yang datang dari Bali. Tadi sore mereka sudah saling berkabar jika baru sampai di Jakarta, dan ingin mengadakan reuni kecil-kecilan di salah satu kafe.
Dengan santai, Nichol mengambil jaket hitam dari lemari. Ia lalu berjalan ke meja rias di sudut kamar, merapikan rambut, dan menyemprotkan parfum favoritnya. Aroma segar itu langsung memenuhi ruangan.
Rain, yang tengah rebahan sembari asyik dengan ponsel, otomatis menoleh begitu mencium wangi tersebut. Pandangannya terarah ke jam dinding yang menunjukkan pukul delapan malam.
"Mau ke mana?" tanyanya ragu.
"Ketemu temen," jawab Nichol sambil meraih kunci motor di meja belajar.
"Cewek?"
"Cowok."
"Siapa?"
"Temen lama, dari Bali."
"Oh." Rain mengangguk kecil, berusaha terlihat biasa saja. Jarinya kembali sibuk menggulir layar ponsel, meski pikirannya jelas tidak fokus.
Nichol justru melangkah ke ranjang, duduk di antara kaki Rain. Senyum nakal terselip di bibirnya. "Kalau cewek emang kenapa? Cemburu?"
Rain langsung bangkit duduk, mendelik cepat. "Biasa aja."
Nichol menahan tawa. Ia mendekat sedikit, hingga jarak mereka nyaris tak ada. "Mau ikut? Gue bisa tungguin lo ganti baju."
Rain menatapnya sesaat, lalu menggeleng cepat. "Nggak."
"Biar gue kenalin lo ke temen-temen gue. Sebagai pacar tapi. Istri juga bisa sih, kalau lo siap," ucap Nichol santai.
Rain tercekat. Tatapan serta ucapan itu membuat jantungnya berdegup kacau. Ia buru-buru mengalihkan pandangan dan menunduk ke arah ponsel. "Nggak! Udah sana. Nanti kemaleman."
Nichol terkekeh kecil, semakin gemas melihat istrinya salah tingkah. "Gue serius, Ra. Kita juga belum pernah jalan bareng."
"Gak mau!" sahut Rain cepat. Suaranya terdengar ketus, padahal sebenarnya ia sedang kikuk karena posisi Nichol terlalu dekat, sampa-sampai ia bisa dengan jelas mencium aroma parfumnya.
Nichol mengangkat alis. "Beneran?"
"Iya! Sana!!" Rain mendorong bahunya agar menjauh.
Akhirnya Nichol mundur sambil tertawa kecil, kemudian berdiri, meraih dompet di nakas. "Jam sepuluh gue pulang. Pergi dulu, ya?"
Rain hanya mengangguk pelan.
"Tidur jangan malem-malem," ucap Nichol sebelum pamit.
KAMU SEDANG MEMBACA
NICHOL: Under The Maple Rain
RomanceFOLLOW SEBELUM MEMBACA! Memilih untuk menerima perjodohan yang Eyangnya lakukan, Rain pikir semua akan kembali normal dan masalahnya dapat teratasi. Rain tak pernah tahu, tindakan yang ia ambil akan berakhir menyedihkan. Rain memutuskan untuk meni...
