27 - My Baby Honey

885 253 53
                                        

Rev 27 jan

Rev 2 (20/12/25)

98% alur di ubah

GATAU KENAPA YA, TAPI PART INI KAYAK JIWANYA KURANG, ENTAH KARENA AKU NULISNYA MALES TERBURU-BURU ATAU KENAPA HAHA

🦋🦋

Jangan lupa vote komen ya, follow juga akun aku
msslwtii
Terima kasih!

--

Happy Reading
-
-
-

Setelah kejadian Andra pagi tadi, suasana sekolah kembali memanas. Ruang guru yang sempat tenang berubah gempar dan langsung ditutup rapat untuk pertemuan mendadak.

Rain ikut dipanggil kali ini. Di dalam ruangan, kepala sekolah tampak sangat tidak senang. Beberapa guru ikut menegaskan agar isu yang terjadi tidak lagi dibicarakan oleh siapa pun. Sekolah mengambil alih sepenuhnya penanganan masalah Lea dan Stefy, tanpa campur tangan pihak lain.

Keputusan akan disampaikan secara tertutup. Kepala sekolah juga menegaskan, siapa pun siswa yang masih membahas hal tersebut, baik di lingkungan sekolah maupun di luar, akan menerima teguran keras.

Kini, Rain duduk sendiri di depan kelas Nichol di lantai dua. Kelasnya sendiri sudah bubar sejak beberapa menit lalu. Andra pulang lebih dulu karena ada janji dengan temannya, sementara Cassie langsung pergi mengantar ibunya kontrol. Akhirnya Rain duduk di kursi besi menunggu Nichol sendirian.

Butuh sekitar tujuh menit hingga pintu kelas terbuka. Bu Juni, guru Bahasa Indonesia, keluar lebih dulu. Rain sempat menyapanya singkat sebelum guru itu pergi.

Satu per satu siswa keluar. Beberapa melirik Rain, sebagian menyapa, bahkan ada yang bertanya ia sedang menunggu siapa. Mereka sempat menebak Rain menunggu Rayn, maklum, dulu Rain memang sering duduk di tempat yang sama saat masih menjalin hubungan dengan lelaki itu.

Namun kali ini jawabannya berbeda. “Nichol.”

Ucapan itu tentu langsung memancing senyum-senyum kecil. Dan Rain tahu, rumor baru hanya tinggal menunggu waktu.

Tak lama kemudian, Nichol muncul bersama Rayn, Daffa, juga Efline. Tas Nichol justru digendong Efline, sementara Daffa dan Rayn menopang tubuhnya dari kanan kiri sambil bercanda, membuat Nichol terus mengomel.

“Gak usah di angkat anjir. Gue masih bisa jalan.”

"Nanti ke teken bodoh!" balas Daffa cepat.

Ketika mata Nichol menangkap sosok Rain yang sudah berdiri di dekat pintu, lelaki itu langsung tersenyum lebar. Bahkan ia sempat melempar wink singkat yang langsung dibalas Rain dengan tatapan tajam.

Melihat Rain berdiri menunggu di depan kelas, langkah Efline langsung melambat. Senyum jahil terbit di wajahnya, sementara Daffa dan Rayn saling bertukar pandang seolah menemukan bahan godaan baru.

"Cie ah, ditunggu pacarnya." rayu Efline sembari menutup mulut dan memainkan kedua alisnya.

"Kayaknya udah official gak sih Fline?" tanya Daffa memprovokasi.

NICHOL: Under The Maple RainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang