53 - Graduation

400 120 5
                                        

Rev 22 nov

Rev 2 (6/03/26)

RAJINNYA AKU UPDATE HAHA


98% alur di ubah

💖💖

Happy Reading


Hari ini adalah hari yang sudah lama ditunggu oleh seluruh warga Nusantara I. Kelas 12 akhirnya akan melaksanakan wisuda, membuat suasana sekolah sejak pagi sudah ramai oleh siswa, guru, serta keluarga yang datang lebih awal.

Semua orang tampak rapi dengan pakaian formal. Para siswi mengenakan kebaya dengan berbagai warna, sementara para siswa memakai setelan jas hitam. Di halaman sekolah, kelompok-kelompok kecil terlihat berkumpul bersama sahabat maupun keluarga mereka, menunggu acara dimulai sambil berfoto dan bercanda.

Rain dan Nichol juga datang bersama pagi itu. Rain tampak anggun mengenakan kebaya berwarna merah marun dengan rambut yang ditata rapi, sementara Nichol berdiri di sampingnya dengan jas hitam yang merupakan hadiah dari Bernand.

Ngomong-ngomong soal itu, setelah berminggu-minggu berada di Bali, akhirnya Echa dan Bernand pulang juga tadi malam. Mereka datang membawa banyak oleh-oleh untuk anak dan menantunya, termasuk kebaya yang kini dikenakan Rain.

Mereka berangkat bersama dari rumah dan tiba hampir bersamaan dengan beberapa siswa lain.

Begitu turun dari mobil, mata Rain langsung menangkap sosok Stefy dan Cassie yang sedang berkumpul bersama beberapa teman di dekat gerbang sekolah. Tanpa menunggu lama, Rain segera mengajak Andra dan Nichol menghampiri mereka.

“Hai Rain, Ndra, Nic!” sapa Stefy ceria sambil memeluk Andra dan Rain bergantian. Untuk Nichol, ia hanya menepuk bahunya ringan. Cassie melakukan hal yang sama, tersenyum lebar melihat mereka datang.

“Pagi, Om, Tante,” lanjut Stefy dan Cassie sambil menyalami Echa dan Bernand dengan sopan.

“Pagi semua,” jawab Echa juga Bernand ramah.

Mereka sempat berbincang sebentar sebelum Echa dan Bernand akhirnya pamit menuju barisan para orang tua yang sudah disediakan di sisi lapangan. Nichol juga melipir sebentar, menghampiri Rayn yang baru saja datang bersama kedua orang tuanya.

“Om Agra mana, Ra?” tanya Cassie ketika menyadari keluarga Rain belum terlihat lengkap.

“Masih di jalan. Mereka jemput Eyang sama Mino dulu,” jawab Rain santai.

Cassie mengangguk kecil mendengarnya.

“Kebaya lo cantik banget, Stef,” komentar Andra sambil memperhatikan kebaya yang dikenakan Stefy. Modelnya sederhana tapi potongannya rapi, dengan warna cerah yang membuat Stefy terlihat mencolok di antara yang lain.

“Dibeliin kakaknya Efline,” jawab Stefy bangga.

“Serius? Lo direstuin sama dia?” Rain langsung menatapnya dengan mata berbinar.

Stefy mengulum senyum sambil memukul lengan Andra pelan karena merasa diperhatikan terlalu jelas.

“Semalam kakaknya dia sebelum pergi tugas, nganterin kebaya ke rumahnya,” tambah Cassie sambil menyenggol pinggang Stefy dengan senyum jahil.

“Ihh! Sttt, jangan dibilang-bilang,” protes Stefy cepat, wajahnya langsung terlihat salah tingkah.

Yang dimaksud adalah kakak sepupu Efline. Selama ini yang mereka tahu, kakak sepupu Efline memang sudah tidak memiliki orang tua. Karena itulah sejak kecil ia diasuh oleh orang tua Efline dan tinggal bersama mereka.

NICHOL: Under The Maple RainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang