Rev 31 jan
Rev 2 (21/12/25)
99% alur di ubah
Jangan lupa follow akun aku ya msslwtiii
Jangan lupa juga vote komen nya! Terima kasih
🦋🦋
Happy Reading
-
-
-
Motor Nichol meluncur di atas aspal yang masih basah sisa hujan sore tadi. Lampu kuning memantul di permukaan jalan, menciptakan kilau tipis yang memanjang mengikuti laju kendaraan. Sesekali, rasa nyeri menyelusup di kakinya, namun Nichol tetap memaksakan diri.
Walking boot sudah ia lepas sejak siang. Dokter memang mengizinkannya berjalan, dengan catatan tidak tergesa-gesa dan tidak menahan beban berat. Sayangnya, peringatan itu nyaris tak pernah Nichol patuhi.
Terbukti sejak tadi sore, ketika ia mengajak Rain berjalan-jalan ke mall. Dan terbukti pula sekarang, ia tetap mengendarai motor seolah kakinya baik-baik saja, meski sesekali kesulitan menahan beban saat berhenti. Dalam pikirannya, selama tubuhnya tidak demam dan masih bisa tegak, hidup dianggap aman.
Udara malam terasa cukup dingin. Nichol sengaja menarik tangan Rain agar merapat, memintanya memeluk pinggang dari belakang. Rain sempat ragu sejenak, namun akhirnya menurut. Kedua lengannya melingkar pelan, tidak terlalu erat, ia masih berhati-hati.
Jalanan malam itu cukup padat. Kawasan Malibu sedang mengadakan pasar mingguan, membuat deretan pedagang memenuhi sisi jalan dengan lampu sederhana dan tenda warna-warni.
"Ra?" Nichol menoleh sedikit ke belakang, suaranya dibuat lebih keras agar terdengar di tengah keramaian.
"Hm?"
"Mau makan sate gak?" Nichol melirik pantulan wajah Rain melalui kaca spion.
"Boleh."
Nichol langsung memperlambat laju motor, mencari celah parkir di antara deretan kendaraan yang sudah memenuhi bahu jalan. Setelah beberapa kali memutar, akhirnya ia menemukan tempat yang cukup lapang.
Begitu motor berhenti, Rain turun lebih dulu. Nichol menyusul, meski kakinya sempat menahan nyeri singkat. Lalu ia membantu melepas helm Rain dengan gerakan hati-hati.
Pandangan Rain menyapu sekitar. Suasananya ramai dan hidup. Ada anak-anak berlarian, pasangan muda yang tertawa, serta keluarga yang sibuk memilih makanan.
Bukan hanya warung angkringan saja, semakin ke dalam area, semakin banyak permainan khas pasar malam yang berjejer. Lampu-lampu kecil berkedip di atas tenda. Ini juga kali pertama Nichol tahu bahwa daerah Malibu rutin mengadakan pasar mingguan.
Nichol menggandeng tangan Rain, menuntunnya menuju sebuah warung sate yang terlihat cukup ramai. Warung itu beratapkan tenda putih, dengan panggangan menghadap langsung ke jalan. Asap tipis mengepul, membawa aroma daging bakar yang menggoda.
Ia menarikkan kursi kayu untuk Rain lebih dulu, memastikan istrinya duduk dengan nyaman. Setelah itu, Nichol berbalik memesan pada abang-abang yang tengah sibuk membakar.
KAMU SEDANG MEMBACA
NICHOL: Under The Maple Rain
Fiksi RemajaFOLLOW SEBELUM MEMBACA! Memilih untuk menerima perjodohan yang Eyangnya lakukan, Rain pikir semua akan kembali normal dan masalahnya dapat teratasi. Rain tak pernah tahu, tindakan yang ia ambil akan berakhir menyedihkan. Rain memutuskan untuk meni...
