Rev 1 feb
Rev 2 (22/12/25)
99% alur di ubah
Semoga suka versi barunya yaa
🦋🦋
Happy Reading
•
•
•
Hari ini mereka memutuskan pulang ke rumah Agra. Bernand telah tiba sejak tadi malam, sehingga tak ada alasan lagi untuk berlama-lama di Malibu. Keduanya baru saja turun dari motor ketika sampai di halaman rumah. Seperti biasa, Nichol membantu Rain melepaskan helmnya dengan gerakan tenang dan hati-hati.
Jalanan menuju rumah itu terbilang lengang meskipun hari libur. Mereka sengaja berangkat pagi setelah melihat awan mendung menggantung sejak subuh, pertanda hujan akan turun dalam waktu dekat.
Sejak perjalanan tadi, suara petir sudah beberapa kali terdengar, disusul angin yang bertiup cukup kencang. Akhir-akhir ini hujan memang kerap turun di pagi hari. Dua hari sebelumnya, bahkan sejak pukul empat subuh, suara air yang menghantam tanah terdengar begitu lebat dan panjang.
Ketika Rain akhirnya membuka pintu sambil menggendong tas berisi pakaian, langkahnya seketika tertahan.
Pemandangan pertama yang matanya lihat adalah Rissa tengah duduk di ruang tamu bersama seorang gadis. Agra pun ada di sana.
Rain melangkah masuk dengan gerakan pelan dan napas yang sedikit tertahan. Nichol menyusul di belakang, masih memegang kunci motor sambil menjinjing beberapa barang.
"Assalamualaikum." salam Nichol.
"Waalaikumsalam."
Agra segera berdiri dan menghampiri Rain. Nichol menunduk sebentar, mencium tangan ayah mertuanya dengan sopan.
"Ngapain dia ke sini?" tanya Rain cepat, tatapannya langsung tertuju pada gadis yang duduk di samping Rissa.
"Duduk Rain." perintah Agra.
Nichol yang belum memahami situasi hanya berdiri mematung. Pandangannya bergantian antara gadis yang tak ia kenal, Rissa, lalu Agra, mencoba mencari penjelasan sendiri dari raut wajah mereka.
"Dia ngapain ke sini?!" tanya Rain lagi, nadanya meninggi.
"Dita mau tinggal di sini." jawab Agra cepat.
Ucapan itu membuat wajah Rain seketika berubah. Tatapannya menegang dengan rahang mengeras. Perempuan itu maju dua langkah ke depan, tepat di hadapan Rissa. Dan tanpa ragu, ia menunjuknya dengan tangan gemetar.
"Punya hak apa lo bawa anak lo ke rumah gue?!"
Nichol yang terkejut melihat perubahan sikap Rain segera menarik lengan istrinya pelan, mencoba menjauhkan perempuan itu dari situasi yang mulai memanas. Namun Agra bergerak lebih cepat. Ia meraih tangan Rain dengan kasar, mendorongnya ke belakang hingga hampir menabrak Nichol.
"Jaga omongan kamu ya! Papa gak pernah ajarin kamu gak sopan kayak gitu, apalagi ke Mama kamu sendiri!" bentak Agra, suaranya menggema di seisi rumah.
Karena hal itu, Rissa dan gadis di sampingnya sontak berdiri dibalut wajah yang nampak tegang dan khawatir.
"Mama?" Rain tertawa sinis, matanya menatap lurus ke arah ayahnya. Nada sarkastik dalam suara terdengar begitu jelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
NICHOL: Under The Maple Rain
RomantikFOLLOW SEBELUM MEMBACA! Memilih untuk menerima perjodohan yang Eyangnya lakukan, Rain pikir semua akan kembali normal dan masalahnya dapat teratasi. Rain tak pernah tahu, tindakan yang ia ambil akan berakhir menyedihkan. Rain memutuskan untuk meni...
