Rev 13 nov
99% alur di ubah
Rev 2 (5/03/26)
🌺🌺
Happy Reading
•
•
•
Canadian Tire, adalah salah satu perusahaan ritel terbesar di Kanada. Toko luas dengan papan merah mencolok itu berdiri di pinggir jalan utama, dikelilingi parkiran aspal lebar yang hari itu tampak lengang.
Musim semi baru saja mulai di Quebec. Sisa dingin musim sebelumnya masih menggantung di udara, tetapi salju sudah mencair, menyisakan genangan air tipis di beberapa sudut parkiran. Angin membawa bau tanah basah dan rumput yang perlahan hidup kembali.
Di salah satu baris parkir paling ujung, jauh dari pintu masuk, sebuah sedan gelap terparkir miring sembarangan. BMW Seri 3 tua.
Catnya hitam doff karena lapisan lamanya sudah mulai kusam. Kaca gelap, velg aftermarket besar dengan ban lebar, suspensinya lebih rendah dari standar, membuat bodinya hampir mencium aspal. Knalpotnya sudah diganti, meninggalkan kesan suara berat dan kasar, bahkan saat mesin mati pun masih tercium bau bensin tipis dari belakang.
Alejandro Dante Mateo Castillo-Vargas, alias Alex, terbaring telentang di atas kap mobil itu. Satu tangannya memegang rokok yang masih menyala, membuat asapnya perlahan naik tipis terbawa angin. Sedangkan matanya, menatap langit pucat tanpa ekspresi.
Temannya, Elìas, bersandar di bagasi yang terbuka sambil mengotak-atik kotak peralatan. Musik kecil terdengar dari speaker ponsel, sementara beberapa kaleng minuman berserakan di aspal sekitar mereka.
Setelah akhirnya menemukan apa yang ia cari, Elìas menoleh ke arah Alex.
"What's your plan now?"
Alex menghela napas kasar tanpa menoleh. "No sé…" (tidak tau)
Elìas berdiri, lalu akhirnya duduk di antara kaki Alex yang masih terbaring di kap mobil.
"You're just gonna wait?"
Alex tertawa kecil sebelum akhirnya bangkit duduk. Ia menyedot rokoknya sekali lagi sebelum membuangnya ke aspal.
"You know, if you think it's my fault, you're way off, 'cause I didn't do anything."
Elìas menatapnya dengan alis berkerut. "What do you mean?"
"Dude, he's the one who screwed up. He should blame himself," kata Alex cepat.
"Listen, he made his bed, he gotta lie in it." Ia menunjuk wajah Elìas. "Ni se te ocurra meter mi nombre en esta estupidez!" (jadi jangan berani bawa namaku ke hal bodoh ini!)
Elìas mendengus dengan kasar. "Tú mismo hiciste esa estupidez!" (kamu sendiri yang melakukan hal bodoh itu!)
Alex menatap temannya agak tajam. Ia sendiri sebenarnya merasa tak nyaman dengan semua ini.
Kasus mutilasi yang banyak orang kaitkan antara Danau Blackpine dan apartemen itu menyebar ke seluruh kota beberapa hari lalu. Polisi sekarang tengah melakukan penyelidikan lebih jauh, mencari lebih banyak barang bukti, termasuk DNA pelaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
NICHOL: Under The Maple Rain
RomansaFOLLOW SEBELUM MEMBACA! Memilih untuk menerima perjodohan yang Eyangnya lakukan, Rain pikir semua akan kembali normal dan masalahnya dapat teratasi. Rain tak pernah tahu, tindakan yang ia ambil akan berakhir menyedihkan. Rain memutuskan untuk meni...
