- 37 | Hadover Party (1)

55K 3.2K 553
                                        

hai readers Chel!💚

pls do voteee and comment for supporting this stooowy yeaa😙

(p.s) kalo ada foto/gambar terlampir, itu cuma ilustrasi aja ya (misal: ilustrasi make up). gak ada hubungannya sama visual cast.

happy reading!

***

They are Vagolazer,
they come with the power they got.
ALVAREZ—

***

OSIS SMA Hadover pada tahun ini akan menyelenggarakan Custome Party dalam rangka perayaan ulang tahun sekolah.

Setiap acara yang diadakan Hadover tidak pernah biasa-biasa aja. Selalu meriah dan membekas di kenangan. Itu semua bisa terjadi karena partisipasi yang baik oleh para muridnya.

"Gue dapet run down-nya nih! Vagolazer ada yang mau perform gak?"

Ray langsung terpancing. "Gue mau nyanyi boleh gak, Sel? Siapa tau ada yang terpesona terus nyantol sama pelet gue."

"Gak sih, Ray. Yang ada lo ngelawak dipanggung," tolak Archie membuat yang lain tertawa.

"Suruh Alva perform aja biar makin rame acaranya," ceplos Sanchez.

"Gue hajar lo."

"Issss, galaknyaaa." Selena menatap sinis. "Alea aja deh perwakilan!"

"Kenapa juga harus ada yang ngewakilin?" tanya Zevano.

"Ini tahun terakhir kita. Apa salahnya?"

Alea memutuskan, "Ya udah gue deh. Bareng Alva ya!"

"Iya, udah bareng aja," dukung Sanchez yang langsung mendapat tatapan kesal dari Alvarez.

"Perasaan yang mau nyanyi si Ray. Kenapa jadi gue?"

"Tau nih. Bangsat lo semua." Ray pundung. "Pada gak percaya ye lo sama keahlian gue yang udah gak perlu diragukan lahi?"

Zevano mendorong bahu Ray. "Sok atuh trio aja sama Alea Alva. Ribet."

"Enak aja. Siapa bilang gue mau?" Alvarez bersedekap dada, lalu membuang pandangan.

"Ayo lah, Al! Pesona lo main gitar sambil nyanyi tuh tak terbatas. Apalagi kalo di atas panggung! Beeeeh, kelengar awewe mah!" kata Archie.

Semangat Ray terus bersambung. "Pokoknya gue ikut! Gue mau depet cewek!"

"Mau tampil apa melet sih," cetus Selena.

"Dua-duanya!"

"Udah sih, Al. Tinggal nyanyi apa susahnya. Habis nyanyi, turun panggung, selesai deh. Gampang kan?" ceplos Zevano.

"Gampang bet bibir lo ya?" Alea geregetan.

Zevano cekikikan. "Biar Alva mau, ey."

"Jadi gimana? Ray, Alea, terus..?"

Kaki Sanchez menyenggol kaki Alvarez. "Masa takut?"

Alvarez berdesis cukup panjang. Kenapa Sanchez malah menganggap dirinya takut? Emang gak mau berarti gak berani?

"Kalo ada yang jatuh cinta, gue gak tanggung jawab ya," ucap Alvarez, sengaja menekankan setiap katanya di depan Sanchez.

"WISSS NGERI KALEEEE ABANG! HAHAHAHA!" Archie terbahak-bahak sampai berdiri.

ALVAREZ [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang