[SEBAGIAN CERITA DI PRIVATE, FOLLOW UNTUK BISA MEMBACA KESELURUHAN CERITA]
•••
"DILAPANGAN INI! DAN DISAKSIKAN OLEH SELURUH SISWA SMA ATHALA! BAHWA GUE!! AZKA ALDRIC ATHALA ANAK DARI PEMILIK SEKOLAH INI! MENEMBAK CLARISSA ZIYA ALEXI UNTUK MENJADI PA...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy reading...
*
*
*
Tim basket sma athala sedang latihan dilapangan basket indoor. Untuk latihan kali ini tim basket sma athala dibagi menjadi dua bagian.
Al merebut bola basket dari tangan pria yang menjadi lawannya. Ia memantul-mantulkan bola tersebut dan melemparnya ke dalam ring.
Sudah bisa dipastikan, bola basket tersebut langsung masuk dalam sekali lemparan.
Al berlari ke arah teman se-timnya kemudian ia high five. Mereka senang saat tim mereka kembali mencetak point.
Tiba-tiba terdengar bunyi peluit yang dibunyikan dari pelatihnya. "Latihannya cukup sampai sini." Seluruh tim basket mengangguk.
Banyak siswa perempuan yang berteriak histeris karena melihat Al menyisirkan rambutnya yang basah akibat keringat kebelakang menggunakan jari-jarinya.
Al berjalan kepinggir lapangan dan mendudukan bokongnya pada bangku panjang yang ada disana.
Pelatih tersebut menepuk-nepuk punggung Al.
"Bagus! Pertahankan kemampuan kamu." Al mengangguk.
Setelah kepergian pelatihnya, segerombolan wanita langsung mendatangi Al untuk memberikan sebotol air minum dan ada juga yang memberikan handuk kecil.
"Kak, aku bawain air mineral untuk kakak."
"Jangan diterima air mineral dia! Lebih baik terima air mineral dari aku saja."
"Al, ini handuk kecilnya untuk mengelap keringat kamu.
"Jangan mau Al! Itu handuknya sudah dikasih guna-guna. Ambil saja handuk milik gue! Handuknya sudah gue taburin bumbu-bumbu cinta."
Dan masih banyak lagi yang menawarkan sebotol air mineral dan handuk kecil. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang beradu mulut, memperebutkan botol mineral dan handuk kecil mana yang akan diterima oleh Al.
Al memijit-mijit pangkal hidungnya. Ia pusing mendengar celotehan tidak jelas dari segerombolan wanita yang ada disekitarnya.
"Berisik, BANGSAT!! Pergi lo semua!" Al berteriak dengan kencang membuat segerombolan wanita tersebut menjadi diam kemudian mereka berjalan menjauhi Al.