"m-maafin ziya, ziya janji ga akan ngatain kamu bodoh lagi, maafin ziya"
"lo kenapa si?"
Ziya membulatkan matanya setelah mendengar suara pria itu karena suara pria itu sama sekali tidak mirip dengan suara pria yang memarahinya tadi, ziya memberanikan dirinya untuk melihat pria yang mencekalnya tadi, saat ziya mendongak ziya sangat kebingungan melihat wajah pria yang sangat asing baginya
"lo kenapa si liatin gue gitu banget? Gue tau gue ganteng" sambungnya
"iish pede banget si kamu!" ziya mendorong bahu pria itu dengan pelan
"hahaha, gue chandra delvin arion panggil aja chandra, gue anaknya bunda tiara pasti lo cia kan anaknya tante kirana yang dari bandung itu?"
"ish nyebelin banget si kamu! Nama aku tuh ZIYA bukan CIA" ujarnya sambil menekan kata-kata ziya dan cia
"oh salah ya?" ziya hanya memutar matanya malas
"yaudah ayo! Bunda udah nungguin lo dirumah" sambung chandra sambil menarik lengan ziya untuk menaiki motor sport ke sayanganya yang berwarna merah
Hanya butuh waktu sepuluh menit kini ziya dan chandra sudah berada di depan rumah yang cukup besar dan mewah, ziya segera turun dari motor sport milik chandra, dan chandra langsung memarkirkan motornya ke garasi rumahnya
"ayo masuk! Apa lo masih mau disini? Sambil mulut menganga kaya gitu?" ledek chandra sambil terkekeh
"ini rumah kamu? Besar banget ga kaya rumah ziya yang dibandung"
"rumah ini bakalan jadi rumah lo juga nantinya, ayo masuk bunda udah nungguin lo dari tadi"
Chandra dan ziya langsung memasuki rumah itu, ziya langsung duduk di sofa yang berada di ruang tamu itu
"lo tunggu sini gue mau panggil bunda"
Tak lama kemudian ada wanita berumur kepala tiga sedang menurunkan anak tangga dan tak lupa dia tersenyum sangat lebar walaupun dia sudah berumur kepala tiga tapi masih saja terlihat muda
"hay sayang apa kabar?"
"baik tante, tante apa kabar?" ujar ziya sambil mencium punggung tangan tantenya dan juga ziya tersenyum lebar bahkan terlihat sangat manis
"baik, gimana kabar bunda kamu? Kapan dia berangkat keluar negri?"
"baik tan, mungkin berangkatnya besok"
"oh besok ya?" ziya hanya mengangguk
"oh iya kamar kamu ada dilantai dua disamping kamar chandra yang pintunya warna putih dan satu lagi besok kamu udah bisa sekolah bareng chandra, tante juga udah siapin peralatan sekolah kamu" sambungnya
"serius tante aku udah bisa sekolah besok?"
"iya serius sayang.."
"makasih banyak tante"
"yaudah tante ke kamar dulu ya, dan anggap aja rumah sendiri" ziya hanya mengangguk sambil tersenyum tipis
Ziya berlari kecil sambil menaiki anak tangga dan langsung memasuki kamarnya, mata ziya berbinar-binar melihat kamarnya yang sangat besar berbeda sekali dengan kamarnya yang dulu
Ziya memutuskan untuk membereskan semua barang-barangnya setelah membereskan semua barang-barangnya ziya lebih memilih untuk tidur pasalnya dia benar-benar cape sekarang akibat perjalanan yang lumayan jauh menurutnya
****
Sekarang sudah jam 5 pagi dan ziya sudah terbangun dari tidurnya bahkan sekarang ziya sudah rapih dengan menggunakan seragam barunya, memang ziya sudah terbiasa bangun pagi karena dulu dibandung ziya harus membantu bundanya membuat kue untuk dijual dipasar, semenjak ayahnya meninggak bundanya lah yang banting tulang untuk memenuhi kehidupannya
"selamat pagi tante"
"kok kamu udah bangun?"
"udah dong tante, tante lagi masak ya? Mau ziya bantuin?"
"gausah sayang kamu bantu bangunin chandra aja"
"oke siapp tante" ujar ziya semangat 45
Ziya langsung berlari dan menaiki satu persatu anak tangga, saat sampai didepan pintu kamar chandra ziya langsung kamar chandra gitu saja tampa meminta izin ke chandra, menurut ziya hanya membangunkan chandra kenapa harus meminta izin lagi pula chandra sepupunya
"chandraaa bangunnn!" teriak ziya sambil mengoyak-goyakan lengan chandra
"hmm" ujar chandra sambil memeluk guling bahkan matanya masih terpejam
"ishh chandraa bangunn!!" sambungnya
Secara tidak sengaja mata ziya melihat jaket levis yang dibelakangnya bertulisan the fire dan ada gambar api pula disana, jaket itu tidak asing bagi ziya maka dari itu ziya langsung menghampiri jaket itu yang digantung disamping lemari
"kayanya ziya pernah liat jaket ini deh, tapi dimana ya?" guman ziya sambil berusaha mengingat dimana dia melihat jaket itu
"ini kan jaket yang cowok aneh itu pakai" ucap ziya dalam hati
Sekarang ziya menjadi ketakutan bahkan kakinya sudah bergemetar dan tangannya sudah berkeringat dingin
"ngapain lo megang-megang jaket gue" ujar seraknya khas orang bangun tidur
****
Segitu dulu oke: )
Sorry kalau ada typo
Jangan lupa vote & comment:*
KAMU SEDANG MEMBACA
ALDRIC [END]
Teen Fiction[SEBAGIAN CERITA DI PRIVATE, FOLLOW UNTUK BISA MEMBACA KESELURUHAN CERITA] ••• "DILAPANGAN INI! DAN DISAKSIKAN OLEH SELURUH SISWA SMA ATHALA! BAHWA GUE!! AZKA ALDRIC ATHALA ANAK DARI PEMILIK SEKOLAH INI! MENEMBAK CLARISSA ZIYA ALEXI UNTUK MENJADI PA...
![ALDRIC [END]](https://img.wattpad.com/cover/212553714-64-k627608.jpg)