Hello everyone I'm back again👋👋
Dipart ini ceritanya lumayan panjang, semoga ceritanya tidak membosankan😗
Budayakan vote sebelum membaca!
Vote dan komentar kalian adalah penyemangatku❤
Typo bertebaran!
Happy reading...
Chandra sedang berada dikantin bersama hafizh dan seorang wanita yang sedang bergelayut manja dilengan chandra.
Chandra mendorong kepala wanita tersebut agar menjauh dari lengannya, kemudian ia berdiri dan sedikit membersihkan celananya yang kotor.
"Kita putus! Gue udah bosen sama lo." Ujar chandra ketus.
Wanita tersebut membulatkan matanya. Saat chandra ingin melangkah pergi, perempuan tersebut langsung mencekal tangan chandra.
"Aku gamau putus sama kamu." Rengeknya.
Chandra melepas cekalan tersebut dengan kasar.
"Kalau lo gak mau putus sama gue, ada syaratnya!" Perempuan tersebut tersenyum kemudian mengangguk.
"Bikin 1000 candi dalam satu malam!" Bukan chandra yang menjawab melainkan hafizh.
Wanita tersebut memandang hafizh sinis kemudian kembali menatap chandra.
"Apa syaratnya?"
"Lo harus__" Omongan chandra terpotong karena melihat wanita cantik yang sedang berjalan melewati dirinya.
"Wih dede emes tuh!" Chandra kembali melihat ke arah wanita yang ada dihadapannya, "Syaratnya gak jadi. Kita tetap putus!" Setelah mengatakan itu chandra langsung berlari mengejar wanita cantik tersebut.
"Bosan itu manusiawi, tapi kalau bosan mencari wanita lain itu manusiababi." Celetuk hafizh bermaksud untuk menyindir chandra.
Wanita yang habis diputusi oleh chandra tadi bernama riska. Ntahlah riska orang ke berapa yang diputusin chandra ketika sudah merasa bosan. Maka dari itu chandra mempunyai banyak kekasih dan juga mantan.
Riska terus meneriaki nama chandra berkali-kali dengan kencang. Tetapi chandra sama sekali tidak menjawab bahkan menoleh pun tidak.
**
Ziya sedang tertidur pulas diatas kasur miliknya, mungkin karena efek obat yang ia minum tadi pagi.
Al melipatkan kedua tangan didepan dada seraya tersenyum tipis. Dari dulu hobbynya belum berubah, yaitu menatap ziya dengan lekat saat sedang tertidur.
Al melihat jam yang melingkar rapih ditagan kirinya, ternyata sudah jam 12 siang. Ia harus membeli makanan untuk ziya.
Al mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya. Ia mulai menelefon hafizh untuk membawakan makanan untuk ziya.
'Hallo ada yang bisa dibanting?' Ujar hafizh dari sebrang sana.
"Fizh, bawain makanan untuk ziya. Lima belas menit lagi makanan itu harus udah sampai!" Al langsung mematikan telfonnya secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari hafizh.
"Bukannya kak hafizh lagi sekolah?" Al tersentak saat mendengar suara ziya.
"Kamu sudah bangun?" Ziya mengangguk.
"Kamu tenang aja. Otak licik seperti hafizh pasti punya seribu cara untuk keluar dari sekolah."
**
Hafizh menjadi geram saat melihat chandra sedang tertawa terbahak-bahak bersama wanita cantik disampingnya. Ia sudah mencari kemana-mana ternyata dia sedang asik-asikan tertawa bersama wanita cantik.
Pasti chandra berani mendekati wanita secara terang-terangan seperti ini karena naura sedang tidak masuk sekolah.
Hafizh berjalan mendekat ke arah chandra dan langsung menarik rambutnya dengan kasar. Ia terus menarik rambut chandra dan baru melepaskannya saat sudah sampai parkiran sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALDRIC [END]
Teen Fiction[SEBAGIAN CERITA DI PRIVATE, FOLLOW UNTUK BISA MEMBACA KESELURUHAN CERITA] ••• "DILAPANGAN INI! DAN DISAKSIKAN OLEH SELURUH SISWA SMA ATHALA! BAHWA GUE!! AZKA ALDRIC ATHALA ANAK DARI PEMILIK SEKOLAH INI! MENEMBAK CLARISSA ZIYA ALEXI UNTUK MENJADI PA...
![ALDRIC [END]](https://img.wattpad.com/cover/212553714-64-k627608.jpg)