[SEBAGIAN CERITA DI PRIVATE, FOLLOW UNTUK BISA MEMBACA KESELURUHAN CERITA]
•••
"DILAPANGAN INI! DAN DISAKSIKAN OLEH SELURUH SISWA SMA ATHALA! BAHWA GUE!! AZKA ALDRIC ATHALA ANAK DARI PEMILIK SEKOLAH INI! MENEMBAK CLARISSA ZIYA ALEXI UNTUK MENJADI PA...
Part kali ini lumayan panjang menurut aku. Sebaiknya dibaca perlahan-lahan agar tidak bosan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HAPPY READING...
*
*
*
Malam sudah berlalu, kini giliran matahari yang menampakan eksistensinya.
Ziya berjalan menuju ke kamar Chandra. Ntah kenapa, pagi ini Chandra tidak ikut sarapan bersama dimeja makan seperti biasanya. Ia sangat yakin kalau pria itu belum bangun!
Sampainya didepan kamar Chandra, Ziya langsung berjalan memasuki kamar tersebut begitu saja.
"CHANDRAAA! AYO BANG--" Ucapan Ziya berhenti saat melihat Chandra berdiri didepan cermin.
Ia cukup terkejut melihat penampilan Chandra sekarang. Memakai kaos polos berwarna putih lalu dibalut dengan kemeja berwarna biru soft dan juga menggunakan celana pendek selutut.
"Hari ini gue gak masuk sekolah Cill. Tapi, gue tetap anterin lo ke sekolah kok."
Setelah mengatakan itu, Chandra langsung mengambil kunci motornya yang berada diatas meja belajarnya.
"Chandra mau kemana?"
"Kepo! Ayo berangkat! Nanti telat." Chandra berjalan meninggalkan Ziya yang masih ke bingungan disana.
Ziya mengerucutkan bibirnya lalu berlari dengan cepat untuk mengejar Chandra.
♡♡♡
Saat ini Chandra sedang berada didalam kamar milik Radit dan menunggu ke datangan sesorang. Mereka berdua sibuk memainkan ponselnya masing-masing.
Mereka berdua tersantak kaget saat melihat seorang pria tinggi yang mengunakan pakaian formal sudah berada dihadapannya secara tiba-tiba.
Pria tersebut membungkukan badannya lalu menunjukan map berwarna coklat yang ada digengamannya.
"Tuan muda. Saya sudah mendapatkan semua informasi tentang wanita yang anda cari. Perlu saya bacakan?" Ucapnya dengan sopan.
Radit menggelengkan kepalanya dengan cepat. Setelah map berwarna coklat itu sudah diserahkan padanya, Radit langsung menyuruh pria itu untuk segera pergi dari dalam kamarnya.
"Kenapa orang ke percayaan bokap lo se-serem itu? Mirip hantu. Tiba-tiba ada dihadapan kita, bikin kaget aja!" Gerutu Chandra.
Radit hanya menggedikan kedua bahunya acuh. Ia langsung membuka map tersebut. Didalamnya berisi selembar kertas dan juga beberapa foto berukuran sedang.