33. Penjelasan.

15.8K 696 192
                                        

Hello everyone I'm back again👋👋
Sorry guys aku agak telat uploadnya😅
Part ini lumayan panjang jadi bacanya pelan-pelan saja ya😅

Budayakan vote sebelum membaca!
Vote dan komentar kalian adalah penyemangatku❤

Typo bertebaran!

Happy reading...

Kini ziya sedang berada disebuah apartemen mewah yang ada dijakarta. Ia menaruh selimut tebal dibahunya sehingga bisa menyelimuti seluruh badannya.

Ia sedang asik menikmati secangkir coklat panas diruang tamu seraya menonton televisi.

Ziya melirik ke arah jendela. diluar sana hujan masih setia membasahi isi bumi, mungkin hujan akan reda saat menjelang pagi nanti.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka menampakan tubuh seorang pria dengan keadaan shirtless yang memperlihatkan perut kotak-kotaknya.

Ziya menutup kedua matanya seraya menaruh secangkir coklat panas diatas meja.
"Cepat pakai bajunya!" Teriak ziya panik.

Pria tersebut terkekeh kecil kemudian berjalan mengambil baju yang sudah berada dipinggiran sofa.

Ziya membuka kedua matanya saat pria tersebut sudah menggunakan bajunya. Ziya memandang sinis pria tersebut.
"Kak al udah berani main serong dibelakang ziya ya?!" Tanyanya.

Ya! Pria tersebut adalah al. Pria yang sudah menaungi ziya dari hujan lalu membawanya ke apartemen miliknya, dan jangan lupakan satu hal! Bahwa pria tersebutlah yang sudah membuatkan ziya secangkir coklat panas.

"Kok gue?! Yang ada tuh lo! Kemarin lo berangkat bareng davin, tadi pagi lo berangkat bareng rio!"

Ziya membulatkan kedua matanya. Bagaimana bisa al mengetahui hal tersebut?
"K-kakak__"

"Ya, gue liat semuanya! Tanpa lo sadari gue ada tepat dibelakang lo!" Potong al cepat.

Sungguh, al sudah tidak bisa mengontrol emosinya. Ia sangat marah, sifat devilnya sudah muncul saat melihat ziya berangkat bersama rio pagi tadi. Berkali-kali ia mengumpat bahkan menyiksa dirinya sendiri.

Al memejamkan matanya sesaat, untuk meredam seluruh emosinya.
"Gue tau, lo takut deket sama gue karena nyawa lo akan terancam, tapi.. Apa harus lo deket-deket sama davin dan rio?"

"Apa lo gak mikir? Nantinya perasaan gue akan kaya gimana saat liat lo deket sama pria lain?" Sambungnya dengan lirih.

Ziya menundukan kepalanya. Air matanya sudah mengalir bebas dikedua pipinya.

"Gue udah terlanjur sayang sama lo! Please.. Jangan semena-mena sama perasaan gue, jangan mainin hati gue!"

Ziya mengangkat kepalanya dan menatap al dengan tajam.
"Semena-mena kata kakak?! Coba kakak pikir! siapa yang lebih semena-mena, kakak atau ziya?!"

Al menaikan alis sebelahnya.
"Maksud lo?"

"Pertama, kakak gak pernah sayang dengan tulus sama ziya. Kedua, kakak jadiin ziya sebagai taruhan gila itu. Ketiga, sore tadi ziya liat kakak membonceng seorang wanita!" Ziya mengusap air matanya yang terus turun membasahi kedua pipinya.

"Z-ziya sayang sama kakak! Tapi.. Kenapa cinta kakak harus palsu?! Semua perhatian kakak juga palsu. Hiks.."

"Asal kakak tau! Aku bukan boneka yang bisa kakak mainin setiap saat!" Teriaknya dengan lantang.

Al hanya diam. ia bingung harus menjelaskannya mulai dari mana.

"Hari ini semua kejahatan kakak terbongkar! Belum genap satu bulan pun ziya sudah tau! Dan kakak enggak perlu menunggu satu bulan untuk putusin ziya." Potong ziya cepat.

ALDRIC [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang