BAB 28 : TROUBLE

432 79 19
                                        

--- Maaf ya, karena slow update. Akhir-akhir ini benar-benar sibuk. Semoga kedepannya bisa sering update lagi. Semoga kalian masih tetap mengikuti cerita ini. Terimakasih untuk selalu menjadi penyemangat ...

"Hallo ... guys, selamat datang kembali di channel Abel Farasya."

Abel tersenyum lebar ke arah kamera, lalu sedikit memiringkan tubuhnya, memberi ruang pada sosok di sampingnya.

"Pasti pada penasaran, kan? Tumben Abel bawa tamu. Daripada nebak-nebak, mending kita kenalan langsung aja."

Abel menoleh ke Via, memberi isyarat kecil.

Via menelan ludah. Lampu studio terasa terlalu terang. Udara terasa lebih panas dari biasanya.

Abel dan Via sedang berada di studio mini yang biasa digunakan Abel untuk take video youtube. Studio yang bernuansa pink dan putih dan dua kursi santai yang sedang mereka duduki. Abel cukup bersemangat untuk membuat konten tentang Nature Beauty, produk yang ditawarkan Via memang sangat bagus. Dan memang layak untuk dia promosikan pada subscribernya. Tetapi, untuk membuat dampak yang lebih kuat pada videonya. Dia akan membuat subscribernya sama terkejutnya ketika bertemu Via pertama kali.

"H-halo..." ucapnya, lalu tersenyum canggung. "Nama aku Via Wulan Cahya. Aku kelas tiga SMA, dan saat ini menjabat sebagai CEO di Nature Beauty."

Hening sepersekian detik.

Abel langsung memotong sambil menunjuk kamera.
"Nah! Kaget, kan? Pasti pada kaget, kan? Aku juga kaget pas pertama ketemu. Cewek seusia ini, masih SMA, tapi CEO. Ini bukan hoaks, ya. Kalian bisa cek sendiri mbah google."

Via hanya bisa tersenyum tipis, jemarinya saling bertaut di pangkuan. Ini pertama kalinya ia duduk di depan kamera—bukan sebagai siswa, bukan sebagai anak CEO, tapi sebagai wajah perusahaan.

"Jadi aku manggilnya apa nih?" tanya Abel santai.
"CEO Via? Mbak Via? Atau Via aja?"

"Via aja, Kak," jawab Via pelan.

"Nah, jadi hari ini kita mau bahas Nature Beauty," lanjut Abel. "Dan seperti biasa—ingat ya—Abel no endorse-endorse club. Kalau produk ini ada di sini, berarti emang layak dicoba."

Abel tersenyum jahil.
"Dan biar makin jelas, hari ini kita nggak cuma ngobrol. Kita bakal langsung make up-in Via pakai produk Nature Beauty."

"Cut."

Kameramen memberi aba-aba berhenti. Ia mendekat perlahan.

"Via, kita ambil footage before make up dulu ya."


Anda bilang:

Via mengangguk, lalu menarik napas dalam-dalam.

"Tenggorokan kering?" tanya Abel lembut. "Minum dulu aja."

Seorang staf menyerahkan botol air mineral. Via meminumnya cepat, lalu menghela napas panjang.

"Maaf ya, Kak. Aku keliatan kaku banget."

Abel terkekeh kecil. "Wajar. CEO muda, pertama kali di depan kamera. Santai aja. Kalo ada yang kurang, kita bisa retake."

Kameramen mulai mengambil gambar dari dekat. Cahaya memantul di wajah Via yang polos, tanpa make up.

"Oke. Mau lanjut sekarang atau istirahat sebentar?" tanya Abel.

Via diam sesaat, lalu mengangguk mantap.
"Lanjut aja, Kak."

Meja putih didorong ke depan mereka. Satu per satu produk Nature Beauty ditata rapi—cream, pink, hitam—bersih, lembut, dan segar.

"Kamera siap?"
"Siap."
"Satu... dua... tiga..."

My Little Agent (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang