Happy 4K Readers... Terimakasih untuk kalian yang selalu meluangkan waktunya untuk membaca cerita yang entah bagus atau nggak ini.
Sekali lagi terimakasih para penyemangat...
"Jangan bilang lo dalang dari semua ini!" bentak Raka.
Tangannya gemetar saat menunjuk pria di hadapannya. Matanya merah, basah, nyaris tak bisa menahan amarah dan penyesalan yang bercampur jadi satu.
Pria itu hanya bersandar santai di kursinya. "Emang aku," jawabnya ringan. "Kenapa?"
Kalimat itu menghantam Raka lebih keras dari tamparan
"Lo bilang cuma mau ngasih pelajaran!" suara Raka pecah. "Bukan... bukan ngebunuh mereka kayak gini!"
Air mata akhirnya jatuh. Evan dan Riska—dua orang yang paling ia lindungi, dua orang yang tak pernah meninggalkannya—harus pergi karena informasi yang keluar dari mulutnya sendiri.
"Setelah kupikir-pikir," ujar pria itu dingin, "membungkam seseorang jauh lebih efektif kalau dia nggak bisa bicara lagi."
"Dasar psikopat!"
Raka mencengkeram kerah jas pria itu, napasnya terengah.
Pria itu justru tersenyum kecil.
"Lakuin apa pun yang lo mau. Tapi emangnya semua bakal berubah?"
Nada suaranya menurun, berbahaya. "Atau... lo mau Alan tahu? Bahwa sepupunya sendiri minta dana investasi dengan menukar informasi rahasia sahabatnya?"
Cengkeraman Raka melemah.
"Sekali ini aja Alan tahu," lanjutnya, "lo nggak cuma kehilangan Mandala Group. Lo bakal sendirian. Nggak ada lagi yang berdiri di pihak lo."
Raka memejamkan mata, menarik napas panjang.
Marah, benci, menyesal—semuanya ada.
Tapi dia juga tahu... pria itu benar.
Tangannya terlepas.
********
Tiga hari sebelumnya.
Raka menemui Evan yang baru tiba di Jakarta. Seperti biasa, obrolan mereka hangat—walau ada jarak tipis yang tak pernah benar-benar hilang sejak Evan menikah dengan Riska.
"Gue coba bantu, Rak," kata Evan. "Tapi gue baru pindah, jadinya belum kenal banyak orang disini."
"Makasih banget," sahut Raka cepat. "Mandala lagi krisis, tapi lo tahu sendirikan gimana potensinya."
"Tentu," Evan mengangguk. "Apalagi Alan yang pegang."
Suasana mulai kembali canggung, sudah hampir lima tahun mereka tidak bertatap langsung seperti sekarang. Ditambah dengan Evan yang benar-benar tau bagaimana perasaan Raka kepada Riska. Saat Evan menikah, hubungan mereka berdua sebenarnya semakin canggung.
"Lo udah minta dana ke mana aja?" tanya Evan akhirnya.
"Indof—, K*lbe, Indoc—. Malam ini gue ada janji sama CEO Central Konstruksi."
Evan terlihat mengetuk-ngetuk meja, seperti ada sesuatu yang sangat ingin dia sampaikan, tapi terlalu bingung, apakah dia boleh menyampaikan itu sekarang, "Sebaiknya jangan meminta dana dari Central Kontruksi," ucapnya pelan.
"Kenapa?" tanya Raka bingung.
Evan menghembuskan nafasnya, walaupun informasi tersebut rahasia. Tapi, Raka harus tau. "Sebenarnya alasan gue dipindah tugaskan adalah untuk mengalahkan Central Kontruksi dalam pelelangan proyek, entah gimana perusahaan kami terus kalah. Setelah gue selidiki, rasanya terlalu banyak yang janggal"
Raka meneguk tehnya.
"karena itu gue minta bantuan adik gue yang seorang intel. Ternyata banyak sekali aliran dana yang mencurigakan dari perusahaan itu. Gue takut, Kalau Mandala ikut ke situ, nama kalian jadi ikut kebawa," terang Evan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Agent (END)
Novela JuvenilTentang Noah Pratama, seorang siswa SMA yang super cuek dan suka tidur di kelas, memiliki pekerjaan sebagai agent rahasia dan karena sebuah kontrak harus serumah dengan Via Wulan Cahya. Teman sekelasnya sendiri, orang yang super nggak enakan dan har...
