Tentang Noah Pratama, seorang siswa SMA yang super cuek dan suka tidur di kelas, memiliki pekerjaan sebagai agent rahasia dan karena sebuah kontrak harus serumah dengan Via Wulan Cahya. Teman sekelasnya sendiri, orang yang super nggak enakan dan har...
Devi dan Agnes menatap Via tajam. Sementara Via hanya bisa menunduk, menatap dua mangkuk bakmi bekas makan yang berhadapan di meja makan. Setelah pelukan dan surprise ulang tahun selesai, mereka turun ke meja makan bersama. Agnes bahkan membawa tiga paket McD untuk mereka.
Dan langsung menemukan... ini.
Dua mangkuk. Dua posisi berhadapan. Dua porsinya sama-sama tinggal setengah.
"Gimana ngejelasinnya ini, Ya?" tanya Agnes, alis terangkat.
"Gue... makan dua mangkuk," jawab Via cepat. Tanpa menatap mereka.
Devi berkacak pinggang. "Ya boleh aja lo makan dua mangkuk... tapi kenapa posisinya berhadapan? Kek lagi makan bareng orang."
"Gue ambil porsinya setengah, lalu agak gue jauhin biar nggak nambah lagi," jawab Via.
"Terdengar meyakinkan," sahut Agnes. "Tapi... Dev, karena sahabat kita terlihat sangat gugup, ayo kita geledah rumahnya."
"Ayo." Devi langsung berdiri.
"Hah?! Nggak perlu seb—" Via mencoba menghentikan mereka, tapi keduanya sudah melangkah cepat.
"Karena kita datang mendadak," ujar Agnes sambil menyisir pandangan, "kalo ada orang, dia nggak bakal sempat kabur jauh."
Via cuma bisa berdiri mematung. NOAH, LO DIMANA?! batinnya menjerit.
Lalu ia tersadar. "Hape! Gue bisa chat dia!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
********
Sementara itu...
"Ketemu, Nes?" tanya Devi.
"Nggak, Dev. Keknya kita terlalu berlebihan," jawab Agnes sambil menghela napas.
"Tapi wajah Via bener-bener gugup. Mana mungkin kita nggak curiga?"
"Semua ruangan udah dicek?"
"Hmm... ada satu yang belum. Toilet deket dapur."
Agnes menatap Devi. "...Ayo."
Mereka berjalan menuju toilet.
Via melihat itu dan langsung pucat.
"JANGAN! Jangan buka toilet!" Via melompat dan berdiri di depan pintu. "Itu lagi mampet. Kita mau makan, lo berdua bakal jijik nanti!"
"Gue serius!" Via panik. "Mending makan dulu. Plis."
Dalam hati Via bergumam cepat, Noah nggak mungkin ngunci toilet dari dalam. Karena artinya dia ada di dalam. Gue harus ngulur waktu. Kalo mereka lengah, Noah bisa kabur.
Ia merangkul keduanya dari samping. "Ayo makan dulu. Laper kan? Ya kan? Ya kan?"
Agnes memberi kode halus pada Devi. Devi mengangguk.
Dalam sekejap Devi memeluk Via dari belakang, menahan tubuhnya seperti grappling hold Taekwondo, sementara Agnes melejit ke arah toilet.
"Gue nggak papa lo punya pacar," seru Agnes sambil memutar kenop, "tapi harusnya dikenalin ke kita dulu!"
"AGNES NO—!!"
Pintu terbuka.
Agnes menatap ke dalam. Kiri. Kanan. Depan. Belakang pintu. Kosong. Dia tidak melihat siapapun.
Via nyaris jatuh saking leganya. SYUKUR YA TUHAN... tapi gimana caranya bisa nggak ketemu?