Buka Puasa

2.3K 466 69
                                        

From: Yiii
Ada dimana?

Hanbin langsung mengambil ponselnya, dan bukannya membalas pesan dari Hayi. Ia justru langsung menekank icon telpon agar bisa menghubungi langsung Hayi.

"Hallo?"

"Kenapa, Yi?"

"Kamu di mana?"

"Sekarang sih masih di studio," jawab Hanbin tak bisa berbohong. "Emang kenapa?"

"Buka puasa di mana?"

"Ini lagi siap-siap buat pulang," kata Hanbin. "Kenapa gitu? Kamu mau nitip sesuatu?"

Hanbin menaikan sebelah alisnya saat Hayi belum juga menjawab pertanyaan ia, suasana hening bahkan tercipta di antara panggilan suara itu.

"Yi?" panggil Hanbin, "kenapa?" tanyanya dengan suara terdengar lebih lembut dari sebelumnya. "Ada masalah?"

"Bisa buka puasa di rumah, ga?"

"Di rumah?" Hanbin tak paham, rumah yang Hayi sebut itu rumah siapa. "Rumah kamu?"

"Iya..." jawab Hayi pelan. "Papah sekarang ada di rumah, tapi Bang Hoon sama Mba Seulgi gak ikut."

Hanbin langsung mengangguk, sekarang ia paham maksud dari kekasihnya itu. "Iya aku sekarang ke sana," jawab Hanbin tanpa ragu.

💃

"Assalamu'alaikum..."

Tiga manusia yang duduk di ruang tamu dan membuat kecanggungan itu, kini dengan kompak menoleh, mata ketiganya langsung tertuju pada seorang lelaki yang datang membawa kelapa muda murni dan beberapa makanan pembuka lainnya.

"Kapan dateng, Pah?" tanya Hanbin yang sudah ikut bergabung setelah salim kepada Mamah dan Papah dari kekasihnya itu. "Bawa mobil ke sini?"

"Iya, sekalian checkup ke Ayah kamu ..." jawab Papah. "Sekarang ayah kamu udah gak praktek keluar kota, Papah males sama dokter yang baru, gak asik."

Hanbin tentu saja langsung tertawa, suasana canggung yang awalnya tercipta, kini sudah musnah entah kemana. "Oh iya, klinik di sana dipegang sama temennya," kata Hanbin. "Ayah lagi keasikan gibah sama bapak-bapak komplek, Pah. Makanya jarang ambil praktek di luar kota, biar sore udah pulang, terus malem mangkal di pos ronda."

"Sama bapak-bapak?" tanya Papah. "Ayah kamu punya paguyuban?"

Hanbin mengangguk, "Paguyuban yang meresahkan, Pah ..." jawab Hanbin. "Bahaya banget kalo lewat pas mereka lagi kumpul."

"Ekhm ... udah mau magrib, Mamah nyiapin buat buka puasa dulu deh--"

"Ayi ikut," Hayi dengan cepat menyahut, ia bahkan langsung mengambil plastik dan kelapa muda yang tadi Hanbin bawa.

Sebenarnya Hayi bukan golongan anak yang canggung dengan Papahnya, ia bahkan sangat dekat dengan Sang Papah karena memang sejak orang tuanya bercerai ia ikut dengan Sang Papah.

Tetapi, kali ini ia merasakan canggung yang sangat besar. Berada diantara Papah dan Mamahnya yang sudah bercerai, ia tak tahu harus bertingkah bagaimana. Untung saja Hanbin bisa datang dengan cepat dan membantunya keluar dari suasana canggung.

"Checkup besok, Pah?" tanya Hanbin yang kini hanya berdua dengan Papahnya Hayi. "Udah daftar belum?"

"Iya besok. Udah, sama Hayi. Katanya ke adik kamu."

"Oh iya, Si Dahyun ..." jawab Hanbin santai. "Biasa, garis terdepan pendaftaran, Pah."

"Keluarga kamu kalo berobat juga daftar dong?" tanya Papah yang tiba-tiba saja mengeluarkan pertanyaan random.

[3] KIMcheees 3x✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang