Part 14

57 61 0
                                        

"Wow, kau pasti mengeluarkan banyak uang untuk Bruce?" Tanya Ian ketika Ia melihat Bruce menghambur-hamburkan uang dari atap vila kepada para gadis yang hadir di pesta meriah di villa kediaman Travolt.

"Sebenarnya tidak. Semua ini adalah uangnya sendiri. Seperti yang kau ingat, dia adalah penembak jitu. Dan bayarannya pasti tidak murah untuk membunuh orang. Dan, di samping itu... dia adalah actor dan musisi terkenal. Aku hanya memberikannya kebebasan untuk melakukan apapun. Bruce adalah sosok yang pembangkang dan pecinta kebebasan. Aku sendiri juga pecinta kebebasan. Kita para Travolt tidak suka dikekang. Jadi, aku membiarkannya melakukan apapun yang dia mau." Jawab Alice

"Seseorang, tolong ingatkan aku lagi kenapa aku juga dibawa ke villa Travolt?" Tanya Ian

"Karena kita mau menemui Vincent Travolt. Ayahmu." Jawab Alex yang sudah melepaskan pandangannya dari Enzo yang entah sudah dimana.

"Apa kau bilang? Aku tidak salah dengar, kan?" Tanya Ian memastikan pendengarannya tidak salah.

"Jangan pura-pura tuli. Aku tahu kau mendengarnya. Kita harus menemui Vincent Travol karena mungkin dia tahu tempat yang cocok untuk Enzo."

"Kenapa kau tak beritahu aku kalau kita akan menemui dia?" Tanya Ian dengan nada kesal.

"Seharusnya yang punya masalah saat menemui dia, bukan kau! Kau tak berbuat apa-apa kepadanya, melainkan aku! Ada apa denganmu, bung?"

"Tetap saja, kau seharusnya kau memberitahuku terlebih dahulu tentang ini. Aku tak siap menemuinya!"

"Oh ayolah! Jangan jadi pecundang! Usiamu sudah 38 tahun, tenanglah Ian. Ini bukan masalah besar." Balas Alex

"Bukan masalah besar katamu? Bukankah sudah jelas dia tidak menginginkanku, dan kau malah membawaku kesini? Apa kau mempermalukanku? Apa rencanamu, Alex?!"

"Apa? Rencana? Tidak ada! Ini bukan jebakan! Kenapa kau terus curiga kepadaku?!"

"Lucu sekali kau masih bertanya kepadaku. Apa kau lupa apa yang kau lakukan kepadaku seminggu yang lalu?!" Bentak Ian

"Tenangkan dirimu, Ian. Aku akan menjamin tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi kepadamu jika kau menemui ayah kami. Ayahmu." Kata Alice menenangkan kedua saudaranya.

"Dan Alex, kau memang bersalah karena tak memberitahunya dari awal meskipun aku sudah memintanya kepadamu."

"Alice, jika kuberitahu tentang ini kepadanha. Ian pasti akan kabur entah kemana. Aku kesal melihatnya kabur dari ayah terus menerus."

Sementara itu, Bruce sedang asik meminum sebotol bourbon dan tenggelam dalam alunan musik pesta di siang hari itu dengan beberapa teman-temannya. Perhatiannya pun teralihkan saat sebuah patung poseidon yang terletak beberapa meter darinya jatuh pecah karena Vincenzo.

"Astaga!"

"Bung! Apa-apaan?!" Kata beberapa temannya.

"Siapa mereka?"

"Siapa anak itu?" Tanya temannya yang lain kepada Bruce yang masih mematung menatap ibu, kedua pamannya yang juga berada di sekitar Enzo.

"Siapa anak itu?" Tanya temannya yang lain kepada Bruce yang masih mematung menatap ibu, kedua pamannya yang juga berada di sekitar Enzo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Project XTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang