Part 23

45 53 0
                                        

Flash On

"Hei Gerald!" Panggil Ian dari kejauhan kepada Gerald yang hendak mengendarai mobilnya bersama temannya.

"Ian?" Katanya sambil melirik ke arah Ian.

Gerald segera keluar dari mobilnya dan menghampiri Ian.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Gerald

"Tidak ada. Aku hanya ingin melihatmu. Mengecekmu apakah kau sudah mati atau belum." Jawab Ian dengan angkuhnya.

"Hanya itu saja, dan kau jauh datang-datang kesini? Kau memang orang yang aneh." Kata Gerald sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Usiamu sudah 20 tahun, bukan? Apa ada kabar baik apapun?" Tanya Ian

"Aku punya adik. Aku tahu ini gila dan aneh. Karena jarak usiaku dan adikku akan menjadi 20 tahun. Tetapi, adikku belum lahir. Usianya masih sekitar 8 bulan. Aku harap dia tidak lahir cacat atau mati di dalam kandungan, kalau mengingat ibuku yang suka merokok, dan minum minuman keras." Jelas Gerald

"Aku tidak tahu harus memberimu selamat ucapan beruntung atau tidak beruntung. Setahuku, punya saudara menyebalkan. Tapi mungkin adikmu akan menjadi keberuntungan untukmu. Mungkin karma baik akan datang di dalam hidupmu atas semua penderitaan yang kau alami." Kata Ian

"Semoga dia tidak semenyebalkan saudaramu. Dan semoga dia normal. Yang kutahu aku harus melindunginya. Tak masalah jika aku yang akan menjadi perisainya dari orangtuaku yang gila." Kata Gerald

"Sepertinya kau akan jadi kakak yang baik." Kata Ian

"Aku harap." Ucap Gerald sambil melangkah pergi.

"Jangan mati! Aku sudah lelah mencari sukarelawan sepertimu! Bisa-bisa aku akan bertambah kaya kalau semua sukarelawan mati. Mereka bisa-bisa akan bangkrut karena tak sanggup membayarku." Kata Ian dan Gerald langsung menunjukkan jari tengahnya.

Flash Off

***

"You are not the one of the good guys. You are monster." Kata ibunya.

"Kamu pikir kamu membantu Ian. Tapi kamu tidak membantu sama sekali. Semua yang kau sentuh selalu hancur. Kamu adalah bola penghancur." Kata Alex

"Kapan kamu pernah belajar?"

"Jika kamu pikir kamu salah satu orang baik. Maka kamu salah! Kamu bukan salah satu dari orang yang baik itu. Mutan akan selalu jadi mutan. Mereka menjijikkan." Kata ayahnya

Suara-suara, serta kejadian itu terus bermunculan dan orang-orang yang Ian kenali terus muncul secara acak untuk memakan kewarasannya.

"Apa yang telah aku perbuat?" Kata Ian yang bergetar saat melihat adiknya tewas.

Semua latar langsung berubah mengirim Ian melihat dirinya sendiri saat bersama Athena.

"Aku benci bahwa aku adalah racun bagi siapa pun yang berani peduli padaku."

"Kapan aku kehilangan diriku sendiri. Kapan aku menjadi begitu mati rasa. Kapan aku menjadi begitu dingin. Di mana perasaanku?"

"Mungkin. Saat semua perkataan dan perlakuan mereka membuatku membenci diriku sendiri, sampai aku membuatku membenci segalanya."

"Suara-suara di telingaku mengatakan bahwa aku jahat."

"Kamu adalah iblis. Tapi kamu juga adalah malaikat." Kata Athena

"Aku tidak yakin kalau aku adalah malaikat."

"Aku tidak ingin menjadi monster. Tapi aku harus. Butuh monster untuk mengalahkan monster."

Project XTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang