Ian mendayung ke laut, air dingin mengelilingi lengan dan tangannya. Dia mencari ombak yang bagus, berharap sedikit keberuntungan. Dan ya, Ian melihat gelombang besar datang, jadi Ian secara fisik dan mental mempersiapkan diri. Ian mulai mendayung sekuat yang dia bisa, dan berdiri sendiri, mengendarai ombak, seperti yang dia suka. Air sejuk di atasnya, saat Ian berselancar di terowongan air, Ian merasakan tetesan air di sekujur tubuhnya, dari air yang melonjak di atas. Ini adalah perasaan yang dia cintai. Inilah alasan mengapa dia sangat suka berselancar. Angin sejuk menerpa wajahnya, dan Ian merasakan rambut pendeknya tertiup angin. Ian meluncur keluar tepat saat ombak selesai, air tidak lagi di atasnya, udara sejuk tidak lagi menerpa dirinya.
Ketika Ian kembali ke pantai, Ian mengambil papan selancarnya, dan menuju ke batu-batu karang yang ada di sekitar pantai. Ini hampir siang hari, tapi suasana pantai masih sangat sepi. Bahkan tidak ada seorang pun disana. Ian mulai melepas bagian atas wetsuit yang dikenakannya. Lalu, duduk di atas batu karang, dan mengambil sekotak rokok beserta pematik api dari tasnya. Kemudian, dia menyalakan rokoknya sambil merilekskan pikirannya dengan menatap lautan yang ada di depannya, di bawah panas teriknya matahari yang menyertai musim panas ini.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi lagi untuk kesekian kalinya. Dan dengan nafas pasrah, Ian langsung mengangkat ponselnya.
"Kemana saja kamu?! Apa ponselmu sudah tak lagi berfungsi?" Kata Rex yang merupakan tangan kanan Devon dari balik telepon.
"Aku baru saja pergi liburan selama beberapa jam."
"Memangnya siapa yang memberimu libur?"
"Diriku sendiri." Jawab Ian
"Kakakmu terkena masalah, dan kamu malah pergi bersenang-senang?"
"Tentu saja. Ini adalah hidupku. Aku bisa menikmatinya kapanpun aku mau."
"Kau mau dipecat?" Kata Rex yang langsung membuat Ian tertawa.
"Aku bukan tipe orang yang kamu pecat."
"Kau bajingan. Kau tahu itu?"
"Peraturan dibuat untuk dilanggar. Aku hanya menghilangkan ras stress yang berada di pikiranku."
"Dengan berselancar dari kemarin malam sampai hampir siang hari? Ide yang sangat bagus." Sindir Rex
"Beri aku alasan kenapa aku harus membantunya?"
"Intinya, Alex biasanya mengencani 70 gadis dalam seminggu. Dan, satu diantaranya adalah seorang anak dari investor kita. Masalah percintaan. Salah satu gadis itu kesal dan iri pada si anak investor itu, dan menyanderanya. Alex seeprti biasa selalu melakukan hal yang bodoh, karena itu... dia dilarang menggunakan kekuatannya."
"Baiklah, berikan lokasi Alex saja. Lalu, aku akan segera kesana secepatnya." Kata Ian sambil memutar bola matanya.
"70 gadis dalam seminggu? Alex memang sudah kehilangan akal sehat. Dasar anak bodoh..." Gumam Ian sambik memutus sambungan ponselnya.
***
"Apakah kamu yakin kamu tidak bisa mengembalikan ingatannya?" Tanya Ian yang sedang duduk di bar sambil sibuk menelepon Aaron.
"Itu sangat mustahil. Mungkin butuh dirinya sendiri untuk melakukan itu. Lagipula, aku saja tidak bisa memulihkannya sendiran dalam waktu singkat."
"Bagaimana dengan Edmund?" Tanya Ian
"Yah... dia seperti biasa selalu menemani Athena dalam pikirannya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Project X
Science-FictionDi dalam markas-markas tersembunyi, manusia yang tinggal di laboratorium sejak bayi menjadi subjek bahan percobaan untuk membangun era baru, manusia yang lebih kuat. Untuk menjadi kuat dan mendapat kekuatannya, mereka harus menjalani berbagai pender...
