14 - Perhatian

59 3 0
                                        

Hari ini adalah hari kedua gue duduk dengan Naya. Tidak seperti kemarin, gue harap gue bisa mengajak Naya bicara hari ini. Gue memasuki kelas yang masih belum terlalu ramai. Gue melihat Naya sudah datang, cewek itu memejamkan matanya dan meletakkan kepalanya diatas meja. Ia membuka matanya saat menyadari gue datang dan duduk disebelahnya. Cewek itu pun bangun dengan mata yang masih mengantuk. "Tumben jam segini udah dateng." Kata gue melihat jam masih menunjukkan pukul 6 lewat 10. Ujian dimulai masih 50 menit lagi.

"Tadi pagi bangun jam 4, mau tidur lagi takut kesiangan yaudah deh sekalian aja siap-siap terus ikut Ayah jalan jam 6 kurang ternyata malah kepagian." Kata Naya menahan kantuknya.

"Dasar." Kata gue tersenyum sambil mengacak rambut Naya. "Udah makan?" Tanya gue menatap Naya yang kembali meletakkan kepalanya di meja, kali ini ia menggunakan jaketnya sebagai ganti bantal untuk menyanggah kepalanya. 

Cewek itu berdeham sambil menutup matanya. "Tidur aja lagi, nanti jam 7 kurang gue bangunin." Kata gue tersenyum melihat cewek itu kembali tertidur. Naya tampak memegang kedua lengannya. Nampaknya ia kedinginan dengan AC kelas pagi ini. Gue membuka jaket dan menyelimuti cewek itu. Naya tampak lebih nyaman sekarang. 

Gue memperhatikan Naya yang tertidur pulas disebelah gue. Entah kenapa hanya melihat cewek ini tertidur membuat gue bahagia. Dari luar terdengar suara Bobby dan Andre yang sedang bertengkar. Gue menghela nafas pelan, lalu menutup wajah Naya dengan tudung jaket gue. Rasanya gue gak rela ada orang lain yang melihat wajah Naya yang sedang tertidur. Sebelum kedua anak ini menghampiri gue dan membuat keributan lebih baik gue menghampiri mereka berdua.

Disisi lain Naya membuka matanya menyadari aroma parfum Arka yang tercium dari tudung jaketnya, karena mengantuk cewek itu kembali tertidur dengan membiarkan tudung jaket itu menutupi wajahnya. 

Bobby masih mengomel karena Andre tidak mau mampir dan membeli bubur langganannya karena takut telat. Padahal masih ada banyak waktu sebelum ujian dimulai. Andre hanya cuek dan duduk sambil membuka buku bahasa inggrisnya. Gue pun duduk disebelah Andre, Bobby yang ngambek memilih untuk duduk di tempatnya. Yoga yang baru datang menghampiri gue dan Andre. "Kenapa itu bapak negara, pagi-pagi udah cemberut?" Tanyanya bingung.

"Andre gak mau mampir ke tukang bubur langganan Bobby, padahal mereka kan naik motor sendiri-sendiri kenapa gak berhenti sendiri aja." Kata gue tak mengerti dengan pemikiran ajaib Bobby.

Yoga yang mendengar ucapan gue pun tertawa. "Mana mau dia ngantri sendirian, tau sendiri Bobby anak mommy yang harus ditemenin kemana-mana." Kata Andre sebal. Andre memang sudah sangat hafal dengan sifat Bobby, mungkin sekarang cowok itu ngambek tapi tak sampai 15 menit anak itu akan kembali membaik.

"Betul." Kata yoga mengangguk setuju. Yoga tak sengaja melihat seseorang tertidur dengan wajah tertutup jaket gue. Dia tersenyum sambil menatap gue dengan tatapan yang tak terbaca.

"Bob, kantin yuk sarapan." Kata Yoga dengan suara sedikit lebih kencang membuat gue menatapnya tajam. Gue sempat melirik ke arah Naya nampaknya cewek itu tidak terganggu. Yoga pun tertawa melihat tingkah gue.

"Yoga my bro. Ayo kita cari makan tinggalkan saja si Andre sendirian." Katanya menatap Andre sebal. Nampaknya cowok itu masih marah.

"Kan ada gue disini." Kata gue sebal seperti tak terlihat oleh Bobby.

"Bentar lagi kan lo balik ke tempat lo." Kata Bobby melirik ke arah Naya yang tertidur sambil nyengir. Walaupun kelakuannya suka ajaib, gue lupa kalo Bobby selalu peka soal cewek. "Yuk, kita makan, gue traktir." Kata Bobby merangkul Yoga dan mengajaknya pergi.

Setelah kepergian Bobby kelas kembali menjadi tenang. Gue membuka handphone dan melihat-lihat instagram. Entah kenapa semakin lama semakin banyak orang yang mentag gue foto seseorang. Gue memperhatikan foto itu tampak tak asing. Sepertinya gue pernah melihat cewek ini.

Selebgram Fall in LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang