Paginya gue, Kak Arka, Kak Deena dan Kak Galang sarapan bersama di apartmen Kak Arka. Pagi itu Kak Arka membuat nasi goreng, omelet keju, dan strawberry smoothies. Hari itu gue seperti dikagetkan oleh sosok Kak Arka yang baru pertama gue liat. Kak Arka memang sering terlihat dewasa dan mandiri tapi siapa sangka ternyata ia juga bisa memasak.
"Kapan lagi kan bisa makan masakan Arkana." Kata Kak Deena sambil menggoda Kak Arka.
"Kalo aku si sering ya yang." Kata Kak Galang dengan bangga.
"Gimana gak sering, kalo apartmen gue udah kaya kossan kedua lo." Kata Kak Arka malas.
Kak Galang hanya tertawa tanpa dosa. "Lagian lo sama Yoga gue mau join gak boleh, yaudah resikolah kalo gue tiap hari main. Btw bisa kali gue tinggal disini kan kuliah lo udah selesai." Kata Kak Galang sambil tersenyum.
Kak Arka menghela nafas pelan. "Kalo dari dulu lo join yang ada apartmen gue rame terus. Tempat lo kan udah kaya basecamp anak-anak. Kalo masalah sekarang lo omongin sama Yoga, dia ok gak kalo lo join." Kata Kak Arka santai sambil memakan makanannya.
"Itu kan dulu Ka, sekarang mah udah pensiun gue. Mau fokus skripsi biar cepet lulus." Kata Kak Galang tertawa pelan.
Kami berempat pun akhirnya menyelesaikan sarapan sambil berbincang ringan. Selesai makan kami berempat pergi menuju kampus mereka. Karena selesai dari kampus gue dan Kak Arka akan kembali ke Jakarta, gue dan Kak Arka pun memasukkan barang-barang ke mobil. Saat Kak Arka memasukkan tas gue ke bagasi, gue melihat beberapa boks disana. "Aku sekalian bawa sebagian barang pulang. Sisanya nanti aku bawa setelah wisuda." Kata Kak Arka sambil tersenyum dan mengelus kepala gue lalu menutup bagasi mobil.
Kami berdua pun masuk ke dalam mobil Kak Arka. Kak Galang dan Kak Deena sudah masuk ke dalam mobil milik Kak Galang. Perjalanan sekitar 15 menit menuju kampus Kak Arka. Setelah memarkirkan mobilnya, Kak Arka mengajak gue turun sambil membawa tasnya. Gue pun turun sambil membawa tas kecil gue yang berisi dompet dan ponsel.
Kami berdua berjalan menuju fakultas ekonomi dan bisnis. Kami berjalan melalui taman dengan banyak pohon disamping kiri dan kanannya. Beberapa mahasiswa tampak berlalu lalang, bahkan beberapa mahasiswi tampak mencuri pandang ke arah Kak Arka. Semakin mendekati fakultas Kak Arka banyak sekali mahasiswa yang tersenyum bahkan menyapa Kak Arka.
Tak jarang mereka menatap gue dengan tatapan penasaran seperti bertanya gue siapa. "Ternyata gak jauh beda kaya disekolah dulu ya." Kata gue sambil melihat beberapa mahasiswi yang mencuri pandang.
Kak Arka menoleh dan menatap gue tak mengerti. "Fans kakak dimana-mana. Eh jangan bilang satu fakultas kenal kakak." Kata gue merasa semua orang melihat ke arah kami.
Kak Arka tertawa pelan lalu menggandeng tangan gue. "Gak usah diliatin. Mereka paling cuma penasaran aku bawa cewek cantik darimana." Kata Kak Arka tersenyum lalu mengajak gue masuk ke dalam fakultasnya.
"Tambah diliatin kalo gini." Kata gue berusaha melepas tangan Kak Arka karena malu. Namun Kak Arka menolak melepaskannya hingga suara seseorang membuat kami mengalihkan perhatian kami.
"Udah lama gak keliatan pas nonggol bawa-bawa anak orang lo Ka." Sapa seorang cowok sambil menggoda Kak Arka.
"Hati-hati teh diculik, jangan percaya sama wajahnya yang ganteng. Mending sama saya aja teh dijamin terpercaya." Kata seorang cowok disebelahnya.
"Sembarangan aja lo berdua. Sorry, gue sekarang sibuk jadi udah jarang ke kampus." Kata Kak Arka sambil tersenyum tengil. "Eh Asep enak aja lo godain cewek gue. Gue aduin si Neneng nanti." Kata Kak Arka sambil tersenyum miring. Lalu mereka bertiga pun tertawa.
"Iya iya tau deh yang udah lulus." Kata cowok pertama.
"Asep Asep nama gue Septian ya Ka. Lagian siapa Neneng gak kenal gue." Kata cowok kedua yang ternyata bernama Septian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Selebgram Fall in Love
Teen FictionArkana Dwi Alexander, seorang remaja SMA yang aktif dan energik. Selain aktif disekolah sebagai wakil ketua OSIS, ia juga aktif sebagai selebgram. Dia juga banyak melakukan endorse untuk beberapa produk. Arka belum pernah merasakan jatuh cinta, ia t...
