Nia Pov
Saat ini gue berada di dalam kamar Kak Arka yang ada di Bandung. Gue memperhatikan tiap sudut ruangan tersebut. Kamar Kak Arka bersih dan sangat rapih untuk ukuran kamar cowok. Bahkan kamar Mas Vino saja di Jogja tidak serapih ini. Gue melihat di lemari buku miliknya terdapat beberapa figura foto Kak Arka bersama teman-temannya. Sepertinya itu hadiah saat Kak Arka sidang kemarin.
Gue mengambil figura tersebut dan tersenyum melihat Kak Arka tersenyum bahagia di sana. Perhatian gue berhenti melihat Kak Arka memajang hadiah dari gue. Disana ada mini buket dan boneka wisuda dengan kartu ucapan yang di sandarkan padanya. Hal itu membuat gue tersenyum kembali.
Setelah puas melihat-lihat gue pun membuka tas gue dan mengambil pakaian ganti. Rasanya gue ingin mandi karena badan gue sudah tidak enak. Selesai mandi dan berpakaian gue merapihkan barang gue dan meletakannya dekat lemari buku Kak Arka. Tak lupa gue mengambil charger ponsel untuk mencharge dan mengirim pesan kepada keluarga gue.
Gue mencharge ponsel dan meletakkannya di meja kecil sebelah kasur Kak Arka. Disana gue melihat botol 'happiness in jar' yang gue berikan disebelah lampu kamar. Gue mengambil botol itu dan melihat sudah ada bagian yang kosong. Sepertinya Kak Arka sudah mengambil dan membaca isinya.
Gue menguap pelan, lalu meletakan kembali botol tersebut. Akhirnya gue memutuskan untuk merebahkan diri sebentar sebelum makan malam. Kak Arka juga sepertinya sedang beristirahat karena ia mengemudi tadi. Awalnya gue hanya ingin meluruskan badan namun aroma sabun dan shampo yang menempel di seprai Kak Arka membuat gue merasa rileks dan semakin mengantuk hingga akhirnya gue pun tertidur.
Gue terbangun mendengar ponsel gue berbunyi. Terlihat Bunda menghubungi gue sore itu. "Hallo Bunda." Kata gue dengan nada masih mengantuk.
"Ya ampun Nay, kamu baru bangun? Kan Bunda udah sering bilang gak bagus tidur sore-sore." Kata Bunda langsung mengomel.
"Iya, tadi Naya ketiduran Bunda." Kata gue sambil mengucek mata.
"Yaudah, kamu jadi nginep di temennya Arka?" Tanya Bunda memastikan.
"Jadi Bunda." Kata gue singkat tidak banyak berbicara karena masih mengantuk.
"Yaudah, salam buat Arka dan temennya. Jangan aneh-aneh inget." Kata Bunda mengingatkan.
"Iya Bunda Ratu. Naya mau bersih-bersih dulu terus cari makan ya Bun. Besok kalo Naya jalan pulang Naya kabarin." Kata gue sambil duduk di ranjang.
"Iya, hati-hati anak bunda. Jaga diri baik-baik." Kata Bunda mengakhiri teleponnya.
Bunda memang sering menelpon gue meskipun hanya tak pernah lama. Kadang menanya kabar, cerita hal random, bahkan menitip oleh-oleh. Gue meletakkan ponsel di meja dan masuk ke dalam kamar mandi. Selesai membersihkan diri, gue mengambil ponsel dan berjalan keluar kamar.
Terdengar suara berbincang dari luar kamar. Gue dengan perlahan membuka pintu kamar. Gue melihat Kak Arka sedang mengambil minum dari dalam kulkas, sedangkan sepasang pasangan duduk di depan TV sambil meledek Kak Arka.
"Jadi penasaran sama ceweknya Arka yang." Kata cewek itu sambil bersandar pada seorang cowok.
"Nanti juga ngeliat yang. Kamu gak jadi mandi dulu?" Kata cowok itu sambil mengelus rambut cewek disebelahnya.
"Plis deh kalian kalo mau pacaran jangan disini, kebiasaan." Kata Kak Arka sebal lalu menoleh ke arah kedua pasangan itu. Saat Kak Arka menoleh ia melihat gue yang berdiri di dekat pintu. "Udah bangun?" Kata Kak Arka sambil tersenyum.
Kedua pasangan yang membelakangi gue itu pun ikut menoleh. "Udah, maaf ketiduran tadi." Kata gue canggung.
"Hai, Naya ya. Sini Nay gabung." Kata cewek itu tersenyum sambil melambaikan tangannya meminta gue menghampiri mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Selebgram Fall in Love
Novela JuvenilArkana Dwi Alexander, seorang remaja SMA yang aktif dan energik. Selain aktif disekolah sebagai wakil ketua OSIS, ia juga aktif sebagai selebgram. Dia juga banyak melakukan endorse untuk beberapa produk. Arka belum pernah merasakan jatuh cinta, ia t...
