Arka Pov
Karena kemarin banyak kerjaan yang harus gue handle membuat gue sibuk seharian, untungnya hari ini gue bisa lebih free. Persiapan untuk hari ini sudah gue siapkan kemarin. Jadi gue bisa datang tidak sepagi kemarin. Selain itu Denis ketua pelaksana, jadi gue mau kasih anak itu kepercayaan untuk handle acara ini. Sebenarnya gue gak mau banyak ikut campur karena gue harusnya cuma tinggal nunggu laporan dari Denis. Tapi karena anak itu mau ikut lomba basket mau gak mau gue jadi harus handle sementara. Untungnya gue gak harus handle acara dari awal, meskipun kemarin gue tetap harus datang dari pagi.
Gue melihat jam menunjukkan pukul setengah 6 pagi, karena kebiasaan bangun dan berangkat pagi jadi jam segini gue pasti udah rapih. Gue pun turun untuk sarapan, seperti biasa Mama sudah di dapur bersama Bibi. "Pagi Mah." Kata gue duduk di meja makan.
"Pagi sayang, sarapan dulu." Kata Mama memberikan gue sepiring nasi goreng.
"Papah mana mah?" Kata gue sambil memakan sesuap nasi goreng.
"Lagi mandi mau siap-siap ke kantor. Mama mau bangunin Dipta sama Kaniya dulu." Kata Mama sambil memberikan segelas susu ke gue.
Selesai makan gue mulai memainkan ponsel gue sambil duduk di ruang tamu.
Bangun, udah pagi.
Arka
Gue tersenyum lalu mengirim pesan singkat ke Naya. Pasti ini anak belum bangun. Batin gue.
Tak lama Papa keluar kamar dengan kemeja tak lupa jas ditangannya. "Abang tumben belum jalan nunggu Kaniya?" Tanya Papa bingung.
Gue yang bingung pun hanya menggeleng sambil nyengir. Ting. Notif sebuah pesan masuk ke gue.
Udah rapih dari tadi
Naya
Gue tersenyum, lalu mengambil tas dan salim dengan Papa. "Abang berangkat dulu ya Pah, nanti Kaniya sama Papa ya kaya biasa." Kata gue nyengir lalu berjalan menuju motor gue yang terparkir di garasi.
"Abang-abang." Kata Papa menggeleng pelan melihat kelakuan gue.
Tak butuh waktu lama untuk gue sampai dirumah Naya. Gue berhenti di depan rumahnya dan cewek itu langsung berjalan keluar menghampiri gue dengan wajahnya yang masih mengantuk. Gue tersenyum memperhatikan cewek itu. Padahal gue mengajak berangkat bareng karena gue mau jalan rada siangan, siapa sangka cewek itu sudah rapih di jam segini.
"Lo kenapa Ka?" Tanyanya bingung.
"Gak papa, tumben cepet banget udah rapih." Goda gue.
Naya memasang wajah sebalnya. "Gue gak mau diprotes anak Osis kalo lo telat dateng gara-gara bareng gue." Katanya asal membuat gue gemas dan mengacak rambut anak itu. Naya menatap tajam dan hanya gue balas cengiran.
Kami pun berangkat ke sekolah. Karena masih pagi jalanan ibu kota pun masih sepi. Tapi bisa dipastikan beberapa menit kemudian akan ramai. Kami tiba disekolah pukul setengah tujuh pagi. Sekolah masih sepi, tapi gue dapat melihat beberapa anak Osis sudah datang menyiapkan lomba hari ini.
"Udah sarapan?" Tanya gue ketika kami baru memasuki lobby sekolah. Naya pun menggeleng pelan. "Mau sarapan di kantin?" Tanya gue lembut.
Naya berdeham pelan. "Lo kalo mau kumpul sama anak Osis lain gak apa-apa. Gue nanti ke kantin aja sekalian nunggu yang lain." Katanya masih lesu. Gue tersenyum melihat kelakuan cewek satu itu.
"Lo tunggu sini bentar, nanti gue temenin makan di kantin." Kata gue menyuruh Naya duduk di taman lalu berlari menghampiri Denis. Denis tampak kaget melihat gue datang pagi. Setelah berbicara sebentar dan tidak ada kendala gue pun pamit untuk ke kantin pada Denis. Denis hanya mengangguk sambil memasang cengiran khasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Selebgram Fall in Love
Fiksi RemajaArkana Dwi Alexander, seorang remaja SMA yang aktif dan energik. Selain aktif disekolah sebagai wakil ketua OSIS, ia juga aktif sebagai selebgram. Dia juga banyak melakukan endorse untuk beberapa produk. Arka belum pernah merasakan jatuh cinta, ia t...
