3 - Hari Pertama Sekolah

283 15 2
                                        

Naya Pov

Setelah kemarin harus melaksanakan masa orientasi akhirnya hari ini gue resmi menjadi siswi Nusa High School. Seneng? Banget. Karena gue udah resmi gue gak harus berurusan dengan kakak-kakak kelas yang menyebalkan itu lagi. Bukan berarti semua senior disini menyebalkan tapi sebagian besar seperti itu apalagi senior ceweknya para fans Ka Arka. Bayangkan saja saat meminta tanda tangan kakak kelas di hari kedua gue kena dikerjain sama semua senior cewek, kecuali ka Gisha tentunya.

Ka Gisha itu definisi senior teladan, ia cantik, pintar, tegas, baik, dan ketos. Gue pengen jadi kaya Ka Gisha tapi gue males kalo harus ikut OSIS. Dari zaman SD juga gue males ikut kegiatan sekolah, eksul yang gue ikutin pun paling PMR itu juga karena kalo jam upacara gue bisa diri di belakang atau paling beruntungnya menunggu di ruang PMR. Sepertinya gue akan ikut ekskul itu lagi disini. Lumayan juga kan kalo lagi jaga gue bisa free class.

Hari ini gue datang standar aja. Gue gak mau terlalu pagi dan gue juga gak mau terlambat. Nampaknya suasana sekolah sudah mulai ramai. Gue mencari tanda kelas X IPA 1 di koridor kelas X, jadi disekolah ini setiap lantai menunjukkan tingkat. Lantai 1 untuk anak kelas X, lantai 2 untuk anak kelas XI, dan lantai 3 untuk anak kelas XII. Gue juga gak ngerti kenapa katanya biar anak kelas X itu gak pada belagu jadi kakak kelas pada bisa mantau mereka dari atas.

Setelah menemukan kelas X IPA 1 gue pun masuk dan mencari tempat duduk di dekat jendela. Setidaknya kalo gue bosen atau pusing gue bisa merefreshkan pandangan gue ke luar jendela. Suasana kelas sudah mulai ramai, gue melihat tak ada seseorang pun yang gue kenal. Kirana teman gue saat masa orientasi dia masuk IPS. Setidaknya nanti juga akan ada yang duduk disebelah gue.

"Rafa buruan nanti kita gak dapet tempat duduk." Suara nyaring itu terdengar dan muncul seorang cewek yang sedang menarik seorang cowok yang memasang wajah kalem. Gue terdiam dan memperhatikan kedua orang itu. Ah, mereka dari kelas sebelah saat masa orientasi kemarin.

"Ines Rafa, kalian kelas ini juga?" Sapa seorang cewek yang duduk di depan. Membuat cewek yang bernama Ines itu melepaskan tarikannya dari tangan Rafa.

"Hai Dina, iya, wah gak nyangka ya kita sekelas." Kata Ines terlihat sangat senang. Rafa hanya tersenyum singkat.

Rafa berjalan melewati kedua cewek itu yang sudah sibuk berbincang ria. Ia meletakkan tas nya dan duduk dibelakang gue. Ia hanya diam dan melihat keluar jendela. Tak lama seorang cowok masuk dan menghampirinya. "Hai bro, gue duduk sini ya." Kata cowok itu sambil nyengir sambil meletakkan tas nya dan duduk di sebelah Rafa.

Ines yang sudah selesai berbicang dengan Dina pun berjalan menghampiri kami. "Hai, gue Ines." Kata cewek itu memperkenalkan dirinya pada gue membuat gue memandang cewek itu tak mengerti.

"Gue duduk disini ya." Katanya langsung duduk dan meletakkan tasnya di meja. Ines menoleh ke arah Rafa dan menatapnya sebal. Bagaimana bisa Rafa duduk tapi tidak menyiapkan tempat untuknya. Untung saja meja didepan Rafa kosong.

"Oh iya btw nama lo siapa?" Kata Ines mengalihkan pandangannya ke arah gue, sepertinya cewek itu sudah tau sifat cowok yang duduk dibelakangnya itu.

"Gue Naya." Kata gue singkat.

"Oh Naya, eh lo yang kemarin di kelompok 3 bukan si? Kemarin pas mos kelompok kita kan sebelahan loh, gue kelompok 4 sama cowok yang dibelakang itu." Kata Ines sambil menunjuk Rafa yang masih cuek.

"Iya, gue liat lo kok kemarin." Kata gue tersenyum.

"Lo yang suka di panggil pengharum ruangan bukan si sama Bang Arka?" Tanya cowok yang duduk di sebelah Rafa ikut masuk ke dalam pembicaraan kami. Saat nama Ka Arka disebut kami bertiga sontak menengok ke arah cowok itu, gue yang menatap cowok itu dengan sebal, dan Ines serta Rafa yang menengok dan menatap dengan kaget membuat cowok itu nyengir. Rafa yang kembali mengkondisikan dirinya kembali dengan wajah kalemnya.

Selebgram Fall in LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang