Selesai gue makan, Mas Alvino mengajak gue dan Farhan berbicara sebentar. Naya masih duduk disebelah gue sambil memainkan ponselnya. Saat ini sudah jam 5 sore. "Untuk hari ini sisanya kita serahin ke Mas Lana. Buat laporan hari ini kita bahas besok pagi aja ya langsung sama Mas Lana di toko." Kata Mas Alvino mengakhiri kegiatan kami hari ini.
"Ok deh Mas, btw maaf Mas, saya hari ini ke tempat sepupu saya Fian Mas jadi gak bisa pulang ke rumah Mas Alvino." Kata Farhan mengabarkan kepada Mas Alvino.
"Oh gitu, yaudah kalo Mas Farhan mau langsung ke rumah sepupunya gak papa." Kata Mas Alvino tersenyum.
"Iya mas, makasih ya." Kata Farhan tersenyum.
"Kalo Mas Arka mau istirahat pulang duluan gak papa, soalnya saya masih ada urusan di cafe. Sekalian nitip anterin Naya pulang." Kata Mas Alvino tertawa pelan. Mas Alvino memang sudah janjian dengan tunangannya makanya ia sengaja tidak membawa mobil.
"Iya Mas. Kalo gitu kita duluan ya Mas." Kata gue tersenyum.
Akhirnya gue, Naya, Farhan, Fian, dan Panji pun keluar dari cafe. Sebelum Farhan pulang bersama Fian ia mengikuti gue dan Naya ke mobil untuk mengambil tas yang ia bawa. "Besok kabarin ya bro." Kata Farhan sambil memakai tasnya.
Dari kejauhan Fian dan Panji melihat ke arah kami sambil berbicara. Entah apa yang mereka bicarakan. "Mau kemana kita?" Tanya gue saat kami berdua sudah memasuki mobil dengan Naya.
"Kakak mau kemana emang?" Tanya Naya balik sambil memasang seatbelt nya. "Kalo balik dulu mandi ganti baju terus baru pergi gimana? Tapi kalo kakak gak mau bulak-balik langsung juga gak papa." Tanya Naya lagi sedikit ragu.
"Boleh." Kata gue sambil tersenyum.
Sepanjang perjalanan kami tak banyak berbicara hanya menikmati jalanan dengan suara musik sore itu. Sesampainya di rumah, gue memarkirkan mobil dan mengikuti Naya masuk ke dalam rumah keluarganya. "Kok pulangnya cuma berdua Nay?" Tanya Tante Citra bingung melihat gue berdua dengan Naya.
"Iya tante, MasVin masih di cafe nanti dijemput Mba Putri. Kalo Kak Farhan ke rumah sepupunya." Kata Naya menjelaskan. Tante Citra mengangguk paham. "Eh iya nanti aku sama Kak Arka makan diluar ya Tan, Kak Arka minta temenin keliling Jogja. Kita ke atas dulu ya Tan." Kata Naya sebelum akhirnya pamit kembali ke kamarnya. Gue pun hanya tersenyum dan mengikuti Naya.
"Kakak mandi dulu aja, nanti kalo aku udah siap aku panggil okay." Kata Naya nyengir.
"Okay. Tapi gak papa gak ikut makan malem di rumah?" Tanya gue sedikit ragu.
"Gak papa, kadang aku sama MasVin juga suka gitu kok. Udah ya aku mau mandi dulu gerah soalnya. Nanti jam setengah 7 kita jalan." Kata Naya tersenyum lalu masuk ke dalam kamarnya.
Gue pun kembali ke kamar dan meletakkan tas gue di atas meja. Gue duduk dan merapihkan barang-barang gue. Gue juga memijat pelan bahu gue yang pegal. Tiga hari yang sangat sibuk telah terlewati. Untungnya besok sudah tidak terlalu banyak pekerjaan yang dilakukan dan gue bisa menikmati jalan-jalan berdua Naya. Date? Maybe.
Setelah mandi gue mengeringkan rambut gue yang basah dengan tangan kanan dan tangan satunya mengecek ponsel. Hari ini gue belum sempat membalas pesan yang masuk disana. Banyak notifikasi di instagram yang mentag akun gue dan akun ARHANA. Tepat saat itu gue mendengar Naya memanggil gue. "Kak." Katanya sambil mengetuk pintu.
"Iya, masuk aja Nay." Kata gue masih sibuk mengeringkan rambut dan melihat ponsel.
Naya membuka pintu kamar tetapi gue tak mendengar suaranya. Gue menoleh dan melihat Naya yang terdiam melihat gue. "Gak usah terpesona gitu dong, aku tau aku ganteng kok." Kata gue tersenyum miring menggoda Naya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Selebgram Fall in Love
Ficțiune adolescențiArkana Dwi Alexander, seorang remaja SMA yang aktif dan energik. Selain aktif disekolah sebagai wakil ketua OSIS, ia juga aktif sebagai selebgram. Dia juga banyak melakukan endorse untuk beberapa produk. Arka belum pernah merasakan jatuh cinta, ia t...
