Naya Pov
Mengakhiri suatu hubungan bukan hal mudah. Didalam hati gue, gue masih menyayangi Kak Arka. Namun gue juga gak mau jadi orang yang menyebalkan dan membuat cowok itu lelah dengan gue nantinya. Apalagi gue akhirnya akan kuliah di Jogja. Sulit memang memutuskan untuk kuliah dimana. Setelah diskusi yang panjang dengan keluarga, gue akhirnya memutuskan untuk kuliah di Jogja.
Di Jogja gue akan tinggal di rumah Eyang. Gue mendaftar di tempat Mas Vino kuliah, kampusnya tak jauh dari rumah Eyang. Suasana disana sangat menyenangkan, apalagi suasana yang sangat berbeda dengan Jakarta. Saat membuat keputusan ini gue pun memikirkan hubungan gue dengan Kak Arka. Jakarta - Bandung saja membuat jarak kami terasa, apalagi jika harus LDR Jogja - Bandung. Gue gak bisa membayangkan akan seperti apa nantinya. Hubungan LDR tidak akan pernah mudah untuk kami.
Setelah kejadian dengan Kak Rana membuat gue lebih banyak berpikir. Bagaimana jika ada lagi cewek lain yang dekat dengan Kak Arka di saat gue ada di Jogja. Apalagi Kak Arka tampan dan ramah, ia juga baik dan gampang dekat dengan orang. Pikiran negatif mulai muncul satu persatu. Gue hanya ingin mengakhiri hubungan ini dengan baik sebelum semuanya menjadi lebih sulit. Gue gak mau jika dipaksakan nantinya kami akan saling menyakiti satu sama lain. Walaupun gue juga gak tau keputusan gue ini akan jadi keputusan terbaik atau tidak. Dan mungkin gue akan menyesalinya suatu hari nanti.
Semalam gue bertemu untuk pertama kalinya setelah kami berdua break. Meskipun kami berdua menjaga jarak, gue tau Kak Arka masih mencari kabar gue melalui Denis. Karena semenjak kata break muncul, Denis lebih sering berbuat baik pada gue. Padahal cowok itu biasanya suka seenaknya sendiri. Bahkan gue sempat melihat mobil Kak Arka di dekat tempat bimbel gue. Gue ingin menghampiri cowok itu, tapi rasanya gue terlalu takut. Gue takut akan goyah lagi padahal gue belum menata hati dan pikiran gue dengan benar.
Kembali ke kejadian tadi malam. Gue keluar rumah dan melihat Kak Arka berbicara dengan Bunda di teras. Cowok itu masih tampan dan ramah seperti biasa. Bahkan senyum nya masih mempesona. Senyum yang selalu ia tunjukkan saat kami bertemu. Kak Arka tidak pernah berubah sedikit pun.
Kami berdua pergi ke salah satu tempat makan, disana gue melihat sorot mata Kak Arka memancarkan kerinduan. Disana gue mulai ragu dengan keputusan gue. Namun gue sudah memutuskan untuk mengakhiri ini sebelum terlambat. Gue mencoba tetap tersenyum dan menahan air mata gue saat mengatakan keputusan gue di depan cowok itu. Hingga akhirnya saat Kak Arka mengantar gue pulang dan ia meminta untuk memeluk gue. Air mata yang gue tahan pun akhirnya tumpah. Gue tidak ingin mengakhiri hubungan ini.
Gue tau gue egois karena mengakhirinya tanpa mempertimbangkan pendapat Kak Arka. Tapi gue juga gak mau merasakan kejadian dulu lagi. Gue gak mau menjadi sosok yang menyebalkan dan akhirnya membuat cowok itu jenuh dengan sikap gue. Meskipun dua tahun bukan waktu yang sebentar untuk kami berdua. Kami pun berpisah setelah gue lebih tenang. Kak Arka tetap bersikap baik dengan gue. Bahkan ia tetap menawarkan dirinya jika suatu hari gue butuh bantuan atau gue ingin pergi jalan-jalan. Cowok itu masih akan ada untuk gue. Tapi gue tau gue gak akan bisa memiliki Kak Arka seperti dulu lagi.
Hari demi hari pun berlalu, di satu sisi gue merasa lega namun di sisi lain gue merasa sedih karena merindukan Kak Arka. Saat diam gue sering memikirkan cowok itu. Mengingat semua kenangan yang kami lalui bersama selama ini. Hingga hari gue pergi ke Jogja untuk mempersiapkan ujian masuk universitas. Di Jogja gue sibuk dengan belajar dan Mas Vino yang selalu muncul di hadapan gue, hal itu membuat gue bisa sedikit melupakan kesedihan gue. Meskipun saat gue membuka ponsel gue kembali teringat dengan Kak Arka.
Mas Vino yang curiga dengan sikap gue akhirnya berhasil membuat gue cerita mengenai berakhirnya hubungan gue. Mas Vino tidak menyalahkan siapapun, namun ia sedikit menyayangkan karena gue tidak mendengar dan memikirkan pendapat Kak Arka. Karena Mas Vino tidak ingin gue menyesal. Tapi disisi lain ia juga senang karena gue lebih memilih diri gue sendiri. Menurut Mas Vino lebih baik melepaskan daripada menyakitkan. Mungkin memang sekarang bukan waktu yang tepat untuk gue dan Kak Arka. Kita gak akan tau nantinya gimana, karena jodoh tidak ada yang tau.
KAMU SEDANG MEMBACA
Selebgram Fall in Love
Teen FictionArkana Dwi Alexander, seorang remaja SMA yang aktif dan energik. Selain aktif disekolah sebagai wakil ketua OSIS, ia juga aktif sebagai selebgram. Dia juga banyak melakukan endorse untuk beberapa produk. Arka belum pernah merasakan jatuh cinta, ia t...
