Hari yang ditunggu pun tiba. Setelah seminggu berjuang melawan ulangan dan sekarang saatnya untuk kami melepas penat. Class meeting days.
Dresscode untuk classmeeting hari ini, menggunakan seragam olahraga namun kami dibebaskan untuk menggukan atasan atau kaos sesuai dengan warna yang dipilih oleh kelas masing-masing. Kelas kami pun memilih warna biru muda. Denis menjadi PJ lomba-lomba tapi hari ini dia izin untuk ikut lomba basket entah bagaimana ceritanya, sedangkan Ines menjadi PJ lomba Lari yang akan dilombakan hari ini.
Ines sudah sibuk dari pagi stand by di tempat lomba lari. Katanya ia akan bergabung dengan kelas begitu lomba itu selesai. Denis sudah sibuk menyusun strategi untuk mengikuti lomba basket. Rafa yang awalnya tidak mau ikut lomba kini sudah berdiri disebelah Denis. Gue yang malas ikut lomba pun terpaksa harus ikut. Dibanding lomba lain gue memilih untuk ikut lomba lari yang hanya sebentar dilombakan.
"Nay, abis ini giliran kelas kita ya, jangan lupa siap-siap." Kata Ines mengingatkan gue kemudian kembali ke tempatnya untuk memanggil peserta yang lain. Gue mengikat tali sepatu dan berjalan menghampiri Ines.
Untung saja lomba lari dilakukan di sisi lain lapangan sehingga gue tidak perlu menunggu lama dan matahari masih belum terlalu terik. Gue berdiri di jalur yang sudah ditentukan panitia. Untuk sesi ini gue harus melawan kelas 10. Padahal sesi pertama diacak dan saat pengambilan nomor gue beruntung berada dalam satu sesi dengan kelas 10 yang lain.
Pluit pun dibunyikan dan pertandingan dimulai. Tanpa melihat ke kanan kiri gue pun langsung berlari, sepertinya ini memang hari keberuntungan gue, tanpa diduga gue memenangkan sesi ini. Teman-teman kelas gue di pinggir lapangan pun berteriak. Bahkan Denis yang awalnya sibuk entah bagaimana bisa tau kalo gue memenangkan sesi ini. Ines yang ikut bersorak pun langsung memasang wajah kalemnya.
Gue yang malu pun langsung berjalan menghampiri kelas gue untuk menunggu sesi final. Saat gue menoleh Ka Arka tersenyum ke arah gue, gue pun langsung mengalihkan pandangan malu. "Good Nay, abis ini lo harus pertahanin supaya kita jadi juara." Kata Denis nyengir.
Untuk lomba lari memang tidak banyak babak penyisihan. Dari 24 kelas dibagi 5 sesi. Pemenang dari masing-masing sesi akan langsung masuk final. Dan itu salah satu alasan gue memilih lomba ini. Tak lama sesi final pun dimulai. Nama para pemenang dari setiap sesi mulai dipanggil kembali. Gue sudah berdiri di posisi gue. Pluit tanda pertandingan dimulai pun dibunyikan. Kami semua pun mulai berlari.
Ka Yena dari kelas 11 IPS 1 sudah berada di depan. Ia berlari sangat cepat dan berhasil menuju garis finish. Kemudian gue diposisi kedua yang berbeda beberapa detik dengan Ka Luna kelas 12 IPA 4. Ines pun bersorak tetapi entah kenapa gue melihat ada yang aneh dengan kelas gue. Mereka tampak sedang memperhatikan Cindy yang memegang pergelangan kakinya.
Gue memandang Ines yang menatap dengan bingung. Cewek itu masih belum bisa meninggalkan tempatnya karena harus menunggu final lari putra dan membereskan tempat lomba. Akhirnya gue menghampiri Denis yang tampak bingung.
"Pada kenapa si?" Tanya gue bingung. Karena gue anak PMR gue pun melihat kaki Cindy. Kakinya sudah mulai membengkak. "Lo keseleo?" Tanya gue kaget.
"Tadi Cindy gak sengaja jatoh pas lagi main, kayanya dia nahan sampe pertandingan selesai karena gak ada yang bisa ganti." Kata Sinta bingung.
"Lo harus ke uks Cin, biar diobatin Miss. Desi." Kata gue meyakinkan.
"Tapi nanti yang gantiin gue main siapa?" Tanyanya tidak enak.
"Tenang Cin, Naya udah selesai lomba lari, dia bisa gantiin lo." Kata Denis santai membuat gue melotot memandang cowok itu. Cowok itu hanya nyengir kuda.
Gue menghela nafas pelan. "Iya, nanti gue yang gantiin lo. Meskipun gue gak jago-jago banget mainnya." Kata gue mengalah.
"Thanks ya Nay." Kata Cindy tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Selebgram Fall in Love
Teen FictionArkana Dwi Alexander, seorang remaja SMA yang aktif dan energik. Selain aktif disekolah sebagai wakil ketua OSIS, ia juga aktif sebagai selebgram. Dia juga banyak melakukan endorse untuk beberapa produk. Arka belum pernah merasakan jatuh cinta, ia t...
