Sudah 5 bulan gue dan Naya berpacaran, tidak banyak hal yang berubah dihubungan kami. Kami lebih sering pulang bersama dibandingkan berangkat bersama. Kalian pasti tau alasannya, cewek gue ini gak suka berangkat pagi. Haha.
Sebagai cowok yang baik gue pun tidak memaksakan Naya untuk berangkat bareng. Apalagi setiap pagi gue harus sudah di sekolah jam setengah 7 pagi, kasian Naya jika dia harus mengikuti rutinitas gue. Dan untungnya Naya tidak pernah terlambat meskipun datangnya sering mepet bel. Gue gak mau kalo harus menghukum cewek gue sendiri karena terlambat.
Hari itu seperti biasa gue pulang bersama Naya. Kami sampai di rumah jam 5 sore, karena Naya ada kegiatan PMR dan gue ada kegiatan Osis. Rumah Naya tampak sepi, sudah dua hari tante Sinta pergi ke Jogja study tour sekolah. "Hari ini om Andi pulang malem?" Tanya gue saat Naya sudah turun dari motor gue.
"Iya, cuma belum tau, kata Ayah hari ini ada acara kemungkinan nginep." Kata Naya santai. Menurut cerita Naya, ia memang sering dirumah sendirian, memang ada Bibi yang membantu di rumah cuma jika sudah jam 5 Bibi pasti pulang.
"Kamu berani sendiri?" Tanya gue sedikit khawatir.
"Iya, udah biasa kok." Kata Naya sambil tertawa pelan.
Gue menghela nafas pelan. "Yaudah, nanti kalo kamu takut telepon aku aja." Kata gue sambil mengelus kepalanya pelan. Naya pun mengangguk lalu gue kembali ke rumah.
Malam nya kekhawatiran gue pun terjadi, jam 8 malam tiba-tiba listrik mati dan hujan mulai turun. Kakek dan nenek sudah beristirahat di kamar. Mama dan Papa sibuk menyalakan lilin, sedangkan Dipta dan Kaniya sedang duduk sambil bermain bayangan.
"Hallo." Sapa seseorang diseberang sana. Naya. Cewek itu mengangkat telepon gue.
"Kamu gak apa-apa sendirian?" Tanya gue khawatir.
Naya terdiam sebentar. "Iya, paling bentar lagi nyala listriknya." Kata Naya santai.
Gue menghela nafas pelan. "Aku jemput sekarang, kamu nginep dirumah aku aja." Kata gue pelan.
"Hah? Gak usah kak." Kata Naya langsung menolak.
"Mau jemput siapa bang malem-malem?" Tanya Mama bingung.
"Naya ma, dirumahnya sendirian, orang tuanya gak pulang hari ini." Kata gue jujur.
Mama mendengar ucapan gue bingung. "Naya anak Pak Andi?" Kata Papa muncul. Gue pun mengangguk pelan.
"Mama pinjem handphonenya sebentar." Kata Mama meminta ponsel gue yang masih tersambung dengan Naya. "Hallo Naya?" Sapa Mama ramah.
"Iya tante." Kata Naya canggung.
"Kamu dirumah sendirian?" Tanya Mama khawatir.
"Iya tante, eh tapi gak apa-apa kok tan. Aku udah biasa sendiri." Kata Naya sungkan.
"Arka jemput kesana aja ya, lagi mati lampu, ujan juga. Rawan loh anak gadis sendirian dirumah. Mending ke rumah tante aja, disini rame jadi kamu gak sendirian." Kata Mama sambil tersenyum.
"Gak usah tante, nanti ngerepotin." Kata Naya tak enak.
"Udah gak apa-apa. Arka jemput kesana ya sekarang." Kata Mama tidak menerima penolakan.
"Iya tante." Kata Naya pasrah.
"Yaudah, sampai ketemu ya Naya." Kata Mama mengakhiri teleponnya. "Abang jemput Naya tapi langsung ke sini, jangan lama-lama disana bahaya berduaan dirumah yang gelap." Kata Mama menyerahkan teleponnya.
"Iya, papa juga udah chat pak Andi, ngabarin Naya mau nginep disini." Kata Papa sambil menunjukkan ponselnya.
Gue pun tersenyum. Gue beruntung punya orang tua yang sangat baik. "Abang jalan dulu ya Ma, Pa." Kata gue pamit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Selebgram Fall in Love
Novela JuvenilArkana Dwi Alexander, seorang remaja SMA yang aktif dan energik. Selain aktif disekolah sebagai wakil ketua OSIS, ia juga aktif sebagai selebgram. Dia juga banyak melakukan endorse untuk beberapa produk. Arka belum pernah merasakan jatuh cinta, ia t...
