35 - Youtuber?

16 1 0
                                        

Dua tahun kemudian

Tanpa terasa kini gue telah menyelesaikan semester 6 dan sedang menjalani semester 7. Tidak ada matkul yang tersisa karena di semester sebelumnya gue sering mengambil matkul atas. Bahkan gue sudah seminar proposal dan mulai menyusun skripsi. Semenjak putus gue lebih memfokuskan diri pada kuliah gue, karena gue ingin menyelesaikannya lebih cepat. Bisnis pakaian yang gue buat bersama Farhan pun berkembang dengan baik, bahkan kami berencana akan memperluas bisnis kami.

Salah satu teman Farhan tertarik untuk memasukan brand kami ke tokonya yang ada di dekat tempatnya. Kota Jogja. Gue sempat kaget mendengar kota itu karena gue takut terlalu berharap. Mungkinkah gue akan bertemu Naya lagi disana? Gue pun gak tau. Tetapi satu hal yang membuat gue ragu adalah karena lokasi ini terlalu jauh dari tempat kami sekarang, bukankah lebih baik membuka cabang terdekat di Jakarta? Hal ini masih menjadi pertimbangan kami berdua.

Penjualan kami meningkat salah satunya karena Bobby sering mempromosikan brand kami di channel youtubenya. Gue pun awalnya tidak percaya bagaimana anak itu bisa menjadi seorang youtuber dengan lebih dari 2 juta subscriber. Berawal dari kegabutannya membuat daily vlog selama kuliah, hingga kerandomannya membuat video random. Gue and the genk sering menggoda Bobby membeli subscriber, dan sudah pasti Bobby akan ngambek jika kami sudah menggodanya.

Meskipun masih childish seperti zaman SMA tetapi Bobby tidak pernah marah sampai satu hari, karena cowok itu bisa tiba-tiba menghubungi kami untuk membuat video dengan segala idenya. Mungkin salah satu alasan subscriber Bobby meningkat cepat karena ia pintar memanfaatkan wajah teman-temannya yang kece ini hahaha. Bobby sering mengajak gue untuk membuat video bahkan Bobby menyuruh gue membuat channel sendiri, cuma karena gue terlalu sibuk gue pun akhirnya menolak dan berjanji akan setuju jika Bobby mengajak membuat video. Sebagai balasannya Bobby sering mempromosikan Brand gue di channelnya, bahkan ia menjadi pelanggan tetap Brand kami.

ARHANA. Brand yang berawal dari tugas kuliah bahkan kami menamainya dengan menggabungkan nama kami berdua kini sudah memiliki pelanggan yang cukup banyak. Memang kami lebih menargetkan pasar online untuk mempermudah pemesanan produk. Apalagi sekarang pasar online sedang marak-maraknya.

Siang itu selesai bimbingan dengan Pak Abdul, gue janjian bertemu dengan Farhan di cafetaria campus. Kami akan membahas mengenai cabang kedua. Sambil menunggu Farhan gue membuka kembali skripsi gue, gue melihat bagian yang ditandai untuk revisi. Tidak banyak yang harus berubah. Bahkan gue hanya perlu mengambil data untuk Bab 4 dan menganalisisnya.

"Hai Ka." Sapa seseorang membuat gue mengalihkan pandangan gue.

"Hai Sil." Kata gue tersenyum dan meletakkan skripsi gue. Silvia adalah salah satu teman angkatan gue, kami berbeda kelas namun karena sering ikut kegiatan jurusan akhirnya gue dan Silvia sering bertemu. Cewek itu sangat ramah dan gampang dekat dengan orang lain, makanya gue cukup dekat dengannya.

"Boleh gak gue duduk sini? Gue lagi nunggu temen." Tanya Silvia meminta izin untuk duduk bersama gue.

"Hmm, boleh aja, gue juga lagi nunggu Farhan kok." Kata gue santai.

Silvia tersenyum lalu duduk di depan gue. "Thank you." Katanya senang. Cewek itu pun langsung memanggil pelayan untuk memesan minuman. Gue kembali melihat file skripsi gue sebelum akhirnya memasukkannya kembali ke dalam tas.

"Abis bimbingan tadi?" Tanyanya setelah gue memasukkan skripsi gue. Gue hanya tersenyum dan mengangguk pelan. "Ah enaknya, gue bahkan masih harus ngambil matkul belum tau mau nulis apa." Keluh Silvia sambil meminum minumannya.

"Pelan-pelan nanti juga ketemu kok." Kata gue tersenyum.

Saat gue sedang berbicara dengan Silvia tiba-tiba suara yang tak asing datang. "Siang-siang enaknya yang lagi berduaan." Katanya membuat gue menoleh.

Selebgram Fall in LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang