Arka Pov
Entah kenapa setelah bertemu laki-laki bernama Fian tadi membuat perasaan gue kesal. Gue memang melihat hubungan mereka hanya teman, tetapi kenapa Naya tidak memperkenalkan gue? Apa Naya tidak ingin Fian tau kalo gue mantannya? Dan kenapa sekarang gue malah menjadi marah dengan Naya. Padahal kesempatan kami untuk jalan bersama tidak banyak. Gue cuma punya waktu 3 hari sebelum kembali ke Jakarta.
Naya jadi lebih diam setelah melihat gue kesal tadi, bahkan dia lebih banyak berbicara dengan Bobby. Bobby sudah selesai merekam video perpusnya dan sekarang kami beralih ke kantin. Sekarang sudah pukul 1 siang, mahasiswa dan mahasiswi mulai terlihat ramai. Ada yang berjalan menuju perpus, kantin, ataupun kembali masuk ke fakultas mereka untuk masuk kelas kembali.
Bobby banyak menanyakan tentang kampus Naya, entah kenapa gue tak suka melihat Naya banyak masuk ke dalam video Bobby. Bagaimana jika subscriber Bobby menjodohkan mereka berdua? Tidak boleh terjadi. Gue yang pertama menentang keras hubungan mereka.
Sebenarnya percakapan di video itu sangat sederhana, bagaimana suasana kampus disini, fakultas favorite, ukm favorite, makanan terkenal disini, cara daftar kampus sini dan berbagai hal mengenai kampus. "Okay ges, kita udah sampai kantinnya. Gue sama temen-temen mau pesen makan dulu ya, nanti kita review makanan yang ada disini." Kata Bobby mematikan rekamannya.
Kami berlima mencari tempat duduk. Karena Bobby dan Andre harus mensetting kamera mereka berdua akhirnya memilih tempat duduk duluan. Gue, Yoga, dan Naya pergi memesan makanan. Naya memberitahukan makanan yang enak yang ada disana. Karena tempat membeli makanan dan minumannya terpisah akhirnya Yoga memutuskan untuk memesan minuman sedangkan gue dan Naya memesan makanan.
Saat gue dan Naya sedang mengantri memesan makanan, suara seseorang mengalihkan perhatian kami. "Hai mantan." Panggil seseorang dari belakang.
Gue dan Naya menoleh melihat seorang cowok bersama dengan ceweknya. Naya menghela nafas pelan. "Plis deh Yo, kalo lo mau pamer pacar lagi mending gak usah." Kata Naya tak suka.
Gue memperhatikan cowok yang mengajak ngobrol Naya itu. Yo? Jangan bilang ini Rio mantan Naya itu. Cowok itu memang keren tapi kelakuannya memalukan. Kalo dilihat dia lumayan tapi rasanya gue lebih baik dan lebih ganteng dibandingkan cowok itu.
"Kalo lo cemburu bilang aja Nay, gue masih mau kok balikan sama lo." Kata Rio santai bahkan cewek yang disebelahnya tampak tidak memperdulikan ucapan Rio karena ia sibuk melihat papan menu yang ada di atas.
Gue berdeham pelan membuat Rio menyadari kehadiran gue. "Mau pesan apa?" Tanya gue memberikan menu kepada Naya. Naya pun melihat menu yang ada.
"Nay, siapa dia?" Tanya Rio menarik tangan Naya membuat gue kesal dan menghentikan tangan Rio.
"Sorry, tapi Naya lagi sama gue." Kata gue menahan tangan Rio membuat cowok itu melepaskan tangannya dari Naya.
"Nay, dia siapa?" Tanya Rio menekankan ucapannya. Entah kenapa gue sekarang seperti melihat adegan sinetron di TV.
"Pacar baru gue. Please Yo jangan ganggu gue lagi." Kata Naya merangkul tangan gue. Rio yang kesal mendengar ucapan Naya pun pergi bersama dengan pacarnya itu. Melihat Rio pergi Naya menghela nafas pelan. "Sorry." Kata Naya melepaskan tangannya.
Gue tersenyum dan mengelus kepala Naya pelan. "Pesen dulu kasian mbaknya udah nungguin." Kata gue pelan. Naya pun hanya mengangguk dan menyebutkan pesanan kami.
Setelah memesan gue dan Naya kembali duduk di tempat kami. Tak lama makanan kami pun datang. Bobby dengan sigap menyalakan kameranya dan mulai merekan video makannya. Selesai memberikan komentar tentang rasanya Bobby pun kembali fokus dengan makanannya. Kamera Bobby sengaja tidak dimatikan katanya nanti videonya akan di percepat jadi kami bisa makan dengan santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Selebgram Fall in Love
Teen FictionArkana Dwi Alexander, seorang remaja SMA yang aktif dan energik. Selain aktif disekolah sebagai wakil ketua OSIS, ia juga aktif sebagai selebgram. Dia juga banyak melakukan endorse untuk beberapa produk. Arka belum pernah merasakan jatuh cinta, ia t...
