54 - S2 di Luar

20 2 0
                                        

Perjalanan menuju Jakarta ternyata memakan waktu yang panjang. Mungkin karena ini jum'at malam, jadi jalanan malam itu sangat macet. Kami jalan dari Bandung jam 2 siang, sekarang sudah jam 6 sore dan kami baru keluar dari tol Jakarta. Jalanan malam itu macet sekali. "Mau makan dulu gak yang?" Tanya gue melihat langit yang sudah mulai gelap.

"Boleh, masih macet juga kalo kita paksa jalan pulang." Kata Naya sambil melihat jalan yang macet.

"Okay, nanti kalo ada resto terdekat kita makan dulu ya." Kata gue tersenyum sambil menoleh ke arah Naya sekilas.

Setelah keluar tol, gue mengambil jalan di kiri agar mudah berhenti jika ada resto terdekat. Gue melihat sebuah resto ayam bakar. "Makan di sana aja ya." Kata gue menunjuk resto ayam bakar yang berjarak beberapa meter dari tempat kami.

"Iya kak. Kayanya masih ada tempat parkir disana." Kata Naya memperhatikan parkiran yang tampak ramai tetapi masih ada beberapa tempat kosong.

Gue memarkirkan mobil di tempat parkir yang kosong. Untungnya benar kata Naya jika disana masih ada tempat yang kosong. Setelah memarkirkan mobil, gue sedikit merenggangkan badan setelah menyetir 4 jam. "Pegel ya." Kata Naya tampak khawatir.

Gue tersenyum dan mengelus kepala Naya pelan. "It's ok yang. Yuk turun." Kata gue sambil mematikan mesin mobil dan membuka seatbelt lalu turun.

Gue dan Naya berjalan masuk ke dalam lalu kami langsung duduk di kursi yang kosong. Karena besok libur tempat itu sangat ramai, banyak orang yang tampak baru selesai bekerja terlihat dari pakaian yang mereka gunakan. Seorang pramuniaga memberikan daftar menu dan kami pun mulai memesan makanan.

Setelah memesan, gue mengecek ponsel sebentar untuk mengabari orang rumah.

Keluarga Cemara 🌲

Arkana : Mah pah abang udah sampai jakarta cuma lagi makan dulu macet banget soalnya

Mamah : iya abang, hati hati nyetirnya

Kaniya : abang pulang hari ini?

Dipta : abang oleh-oleh Dipta jangan lupa ya 😁

Papah : okay, papah juga baru sampe

Dipta : papah jemput Dipta dirumah Tama ya

Papah : siap...

Arkana : iya abang pulang de

Arkana : okay udah abang bawa, abang makan dulu ya

Setelah membalas pesan di grup gue pun meletakkan ponsel di meja dan melihat Naya yang menatap gue. "Baru sadar ya punya pacar ganteng." Kata gue tersenyum miring membuat Naya menatap gue dengan sebal. Gue pun tertawa melihat ekspresinya itu.

"Aku tau kakak ganteng, cuma kok jadi males ya kalo denger dari orangnya langsung." Kata Naya sebal. Naya tak pernah berubah sedikit pun. Rasanya gue jadi ingat saat makan pertama kali dengannya.

"Kamu gak pernah berubah ya yang, tetep kaya gini ya. Jangan tinggalin aku." Kata gue tersenyum sambil mengelus kepala Naya.

Naya menatap gue dengan tatapan tak mengerti. "Biasanya si yang ngomong gini yang tiba-tiba pergi." Kata Naya sambil menggoda gue.

Gue tersenyum melihat Naya menggoda gue. "Aku mau ngomong sama kamu, tadinya aku mau kasih tau kalo udah fiks. Cuma kayanya lebih baik aku kasih tau sekarang." Kata gue dengan sedikit ragu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 02, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Selebgram Fall in LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang