31 - Konflik

21 0 0
                                        

Setelah liburan di Jogja, akhirnya gue memutuskan untuk kuliah di sana. Melihat kampus disana membuat gue merasakan suasana yang menyenangkan. Gue merasa nyaman dengan suasana disana. Tidak merasakan macet ibukota. Apalagi kampus yang gue inginkan dekat dengan rumah eyang hanya berjarak 15 menit. Masvin pun kuliah disana sudah memasuki semester 5, dan Masvin berjanji akan mengantar jemput gue jika ia bisa.

Seminggu di Jogja membuat gue lupa dengan stres yang gue alami sebelumnya. Besok gue akan kembali lagi ke Jakarta. Kembali dengan suasana ibukota yang ramai. Setelah merapihkan pakaian dan oleh-oleh gue pun menutup koper gue tanpa menyeletingkannya. Gue mengambil ponsel gue dan melihat sebuah chat dari Ines.

Inestya : Nay, lo masih kan sama Kak Arka?

Gue mengerutkan kening gue. Kenapa Ines mengirim pesan seperti itu.

Nayara : masih, kenapa nes?

Tak butuh waktu lama untuk mendapat balasan dari Ines.

Inestya : kenapa tadi gue liat Kak Arka nganterin Kak Rana?

Deg. Gue terdiam membaca pesan dari Ines. Setau gue tadi Kak Arka cuma bilang akan pulang ke Jakarta malam ini dan mengajak gue untuk bertemu besok. Seminggu ini gue memang jarang berkomunikasi dengan Kak Arka karena cowok itu sedang dalam minggu ujian.

Nayara : lo salah liat kali nes

Inestya : gue liat mobil Kak Arka pas keluar komplek sama Rafa

Inestya : tapi kita gak papasan langsung si

Gue yang membaca pesan Ines tanpa menunggu lama langsung membuka aplikasi instagram milik gue. Gue mencari nama Kak Rana dan membuka story nya. Gue terdiam melihat Kak Rana mempost beberapa foto, salah satunya ada foto ia bertiga dengan Kak Arka dan Kak Yoga. Terakhir foto Kak Arka yang sedang mengisi bensin dari belakang. Tanpa hastag ataupun caption apapun. Meskipun wajahnya tak terlihat jelas, gue tau itu adalah Kak Arka.

Gue terdiam lalu membuka aplikasi pesan gue. Gue mengirimkan pesan untuk Kak Arka.

Nayara : kamu udah sampe rumah?

Sambil berjalan mundar mandir gue menunggu balasan Kak Arka. Kenapa perasaan gue gak tenang? Saat gue menunggu balasan Kak Arka, Masvin mengetuk pintu kamar gue.

"Nay." Kata Mas Vino dari balik pintu.

Gue pun meletakkan ponsel dan membuka pintu itu. "Kenapa Mas?" Tanya gue bingung. Semenjak tahun lalu gue memang merubah panggilan Kak Vino dengan Masvin karena keluarga gue di sana selalu membahasakan memanggilnya Mas, akhirnya awalnya dari ledekan gue pun terbiasa memanggilnya mas.

"Dipanggil Bude Shinta, katanya oleh-oleh yang tadi dibeli kamu taro mana? Mau dipacking." Kata Mas Vino. Gue pun menutup pintu kamar dan mengikuti Mas Vino menuju ke lantai bawah.

Setelah membantu bunda merapihkan barang, gue pun izin kembali ke kamar untuk beristirahat. Besok pagi kami akan kembali ke Jakarta. Gue mengambil ponsel yang ada di meja dan merebahkan tubuh gue. Gue melihat sebuah pesan dari Kak Arka.

Arkana : aku baru sampe rumah, kamu lagi apa?

Nayara : abis bantuin bunda packing

Gue merasa bimbang apakah gue harus menanyakan soal Kak Rana atau gak. Saat gue sedang berpikir telepon Kak Arka pun muncul di ponsel gue.

"Hallo." Kata gue mengangkat telepon.

"Hai, besok berangkat jam berapa?" Tanya Kak Arka lembut.

"Jam 7 abis sarapan." Jawab gue singkat.

Selebgram Fall in LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang