Ten (10)

44.1K 4.4K 61
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




***
"Sialan." Umpat Estrella pelan. Kata itu masih sedikit terdengar oleh Alden.

'oho, sifat kasarnya masih ada ternyata. Tapi, memikirkan mengenai eksekusinya, mengapa aku merasa sedih?' batin Alden.

"Wah ternyata gadis ini masih bisa mengumpat. Apakah ikan itu perlu kuambil kembali?" Ancam Alden pada Estrella.

"Woo woo tidak bisa tuan. Kau tidak bisa mengambil apa yang sudah kau berikan. Kau tau istilah menjilat ludah sendiri tuan?" Protes Estrella.

'mana bisa udah dikasih mau di kembaliin lagi njir. Kagak ikhlas banget. Gue cekek tau rasa lu jarjit.' maki Estrella dalam hati. Meskipun tidak terdengar, tetapi Estrella memaki dalam hati dengan ekspresi yang sangat kentara.

"Yak, berhenti memakiku dalam hati gadis bodoh." Omel Alden yang menebak ekspresi Estrella.

"Tuan bisa tau saya sedang mengumpat? Wah apakah tuan Alden ini adalah dukun? Kalau begitu ikut saya." Estrella seakan lupa dengan kesopanan lalu membawa menyeret Alden.

"Berhenti gadis bodoh. Kenapa kau menyeret ku seperti ini." Alden melepaskan tangan Estrella, dengan menyentakkan tangannya.

"Kita buka praktek." Teguh Estrella.

"Praktek? Untuk apa? Aku bukan dokter kerajaan." Alden menjadi bingung dengan adiknya ini. Apakah kepalanya terbentur?

"Praktek dukun hehehe. Kita bisa dapat banyak koin emas dengan menjual tuan."

Bukannya tertawa, Alden malah menajamkan matanya pada Estrella. Estrella yang ditatap seperti itu hanya bisa kelimpungan di tempatnya.

"Eh begini, maksud saya kemampuan. Ya, kemampuan tuan sebagai dukun yang dijual. Bukankah itu ide bagus?" Estrella hanya tersenyum dan merasa tidak bersalah sedikit pun. Tetapi, sekejap estrella merasakan hawa permusuhan dari Alden.

" Sangat bagus, sampai rasanya aku ingin membakarmu sekarang juga."

Estrella merasa membeku setelah mendengar suara dingin Alden. Oke, ini saatnya dia kabur atau dia akan mati.

" Ba... Baik.. saya akan pergi tuan. Oh saya hampir lupa, untuk pesan pada ibu apakah... " Baru akan melanjutkan ucapannya mengenai pesan yang akan di titipkan untuk mendiang ibunya, Estrella harus menelannya kembali karena sekarang Alden sudah mempunyai tanduk dan siap mengamuk seperti banteng.

"Eh, tidak jadi hehehe. Kalau begitu saya akan pergi sekarang. Terimakasih tuan Alden." Estrella segera pergi sebelum banteng itu mengamuk dan pergi ke dapur.

***

Setelah bersusah payah mendapatkan lele nya, Estrella bergegas ke dapur. Estrella membuka pintu dapur, dan seketika pelayan dan juga chef menatap aneh pada Estrella.

IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang