Fourty Eight (48)

8.9K 880 130
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Woah dia terlihat seperti berbie hidup Cantik sekali." Ucap Dani dengan berbisik. Hal itu masih bisa didengar oleh Estrella dan juga Sean.

Estrella langsung saja menyikut keras lengan Dani dan memberikan tanda dengan matanya bahwa perkataannya bisa menjadi bahaya. Lagi pula orang gila mana yang memuji seorang perempuan saat ada pawangnya tepat di depan mata? Dani memang memilki kegilaan yang alami dan halal untuk di tampar sepertinya.

"elu gila? Cewek yang lu panggil berbie hidup itu tunangan si Sean! Elu mau mati cepet atau gimana?" tanya Estrella pelan agar tidak terdengar oleh Sean yang sedang fokus menatap perempuan yang sedang berdiskusi dengan laki-laki yang jelas ia tidak tahu siapa namanya.

Dani tentu saja terkejut dan dengan cepat melihat situasi dan kondisi Sean, mengamati apakah ada tanda-tanda singa mengamuk dari diri Sean. Ia memasuki dunia novel ini dengan mempertaruhkan nyawa, jangan sampai mati sia-sia ditangan Sean.

"kenapa kagak bilang dari tadi suminahhh?! Elu mau gue mati konyol? Wah punya temen kagak ada ahlaknya! Bintang satu lu!"

"ya elu kagak nanya ege! Dikira gue cenayang bisa baca pikiran lu!" amuk estrella sambil memukul lengan Dani brutal.

Hal ini tentu saja mengganggu fokus Sean yang ternyata sedari tadi terganggu dnegan gerakan mereka. Sean merasa sedikit cemburu (?) kenapa estrella bisa seakrab itu dengan lelaki yang baru ditemuinya tidak lebih dari 24 jam. "bisakah kalian tenang?" ucap sean dengan wajah memerah.

Estrella dan Dani langsung membeku, apalagi melihat sean dengan wajah memerah.

'apakah ini hari terakhir gue hidup? Ngeri banget nih novel.' Pikir dani.

'ini orang kenapa dah? Cemburu gara-gara isabella dikatain cantik apa begimana?' pikir estrella bingung.

Sean kembali menatap Isabella dan laki-laki misterius dari balik pohon, menajamkan pendengarannya untuk mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan.

Sayup-sayup terdengar oleh mereka bahwa isabella dan orang misterius itu membicarakan hal yang terlihat serius. Hal tersebut otomatis membuat Dani dan estrella mendekat secara spontan sampai merapatkan tubuh mereka.

"Bukankah sudah kubilang untuk memakai kain untuk menutupi hidung dan mulutmu hah?! Sudah meminum penawar bukan berarti kau bisa bebas terjangkit penyakit yang kita sebarkan." Ucap pelan laki-laki dengan wajah yang tertutup kain hitam di mulut dan hidungnya.

Serentak mata Sean, Dani dan Estrella membulat terkejut mendengar penuturan pria misterius itu. bahkan Estrella saat ini menahan gerak badannya untuk tidak langsung menerjang dan memukuli lelaki itu.

"Bisakah kau sedikit memberikanku kelonggaran? Aku merasa baik-baik saja dan tidak tidak mungkin tertular. Lagi pula aku sudah meminum penawarnya hingga dosis empat apa yang perlu dikhawatirkan?" balas Isabella santai dengan meniup kukunya yang terlihat bersinar.

IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang