Twenty Eight (28)

24.5K 2.8K 190
                                        

Halo mochi balek lagi ni

Jangan lupa ibadah sama protokol kesehatannya temen-temen...

Happy reading

***
"Hosh hosh.... Kean simpan dulu batu itu. Kakak kan tidak sengaja melemparnya. Kakak kira batunya akan terlempar ke depan ternyata ke belakang. Hehehehe jangan marah ya." Estrella mencoba menenangkan kean yang hampir saja melemparnya dengan batu sebesar kepalan tangan.

'Apa kagak bocor itu kalo kena pala gue?' ngeri Estrella dalam hati.

Kean yang tadinya akan melempar batu itu pada Estrella seketika terdiam begitu melihat sesosok bayangan hitam yang berada di belakang Estrella.

Kakinya gemetar, tangannya melemas, bahkan lidahnya kelu melihat sesosok bayangan itu. Kean ingin berlari tapi dia ingat bahwa ia bersama Estrella.

"Ka-kak, di-dibelakangmu!" Kean hanya bisa berucap seperti itu karena lidahnya bahkan sulit untuk berbicara?

"Hey bocil jangan ngalihin pembicaraan ya. Memangnya ada apa d belakang kakak? Siluman atau hantu? Lupakan disini mana ada han......." Ucapan Estrella terhenti tatkala bayangan hitam itu membawanya seperti karung goni dengan cepat.

"KEAN LARI SEKARANG JUGA, BILANG PADA SI GILA DAVIAN DAN SI DINGIN ALDEN BAHWA AKU DICULIK GENDERUWO TIDAK PUNYA AKHLAK INI." teriak Estrella pada Kean sebelum menghilang ditelan kegelapan hutan.

Kean saat ini hanya bisa berlari dan berharap bahwa mahluk sialan yang tidak punya bentuk itu tidak mengejarnya.

Kean bahkan tidak menyangka bahwa apa yang mereka langgar akan berdampak semengerikan ini. Legenda itu tidak berbohong. Semua ini nyata, Kean berlari sambil mengusap kasar air matanya ketakutan.

Ia akan pergi menemui Alden dan juga davian untuk melaporkan kejadian ini. Baginya Estrella bukan sekedar perusuh, tapi juga kakaknya, dan orang yang telah membantunya kejuaraan dari kemiskinan.



***
"Whisky kau pergi temukan jejak Estrella. Aku akan membicarakan ini dengan Duke dan menyusul mu untuk menemukan Estrella agar dapat kembali." Perintah Sean pada whisky.

"Oh dan jangan lupakan HUKUMANMU menunggu setelah kita berhasil menemukan Estrella." Smirk Sean terlihat menakutkan.

"Baik yang mulia pura mahkota. Semua perintah anda adalah kewajiban saya. Semoga kesehatan dan kesejahteraan selalu menyertai Anda." Whisky dengan kekuatan sihirnya langsung pergi, meskipun dalam hati ia tetap merasa takut dengan hukuman yang akan dia terima.

"Joe, bawa 200 pasukan bersamaku sekarang juga. Jika mereka tidak mau menyerahkan putri Duke yang abnormal itu, maka mau tidak mau kita akan melakukan perebutan wilayah dengan 10.000 pasukan untuk menghancurkan kerajaan region." Sebenarnya Sean sekarang mendadak bingung dengan perasaan yang menggebu-gebu ini. Entah perasaannya murni karena dendam kesumat turun temurun dari keluarga kekaisarannya atau ini adalah perasaan pribadinya untuk Estrella.

Joe bahkan saat ini mengerutkan keningnya, " Maaf yang mulia putra mahkota, apakah hal ini sudah tepat? Kita bisa berbicara baik-baik pada kerajaan region. Biasanya saat ada tawanan kekaisaran juga mengambil tindakan seperti itu yang mulia?" Tanya Joe.

"Y-ya tapi kurasa sekarang sudah keterlaluan. Bukankah ini adalah korban kesekian kalinya? Kita tidak bisa terus digertak seperti ini Joe. Tidak ada bantahan laksanakan saja." Keputusan Sean sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat.

Hanya sedikit informasi, jadi kerajaan region ini masih termasuk kekaisaran yang dipimpin oleh ayah Sean. Tetapi ada beberapa hal yang membuat kerajaan region ini sulit untuk mengikuti peraturan kekaisaran dan memilih menetap menjadi kerajaan yang agak terpisah dengan kekaisaran. Ada beberapa batasan yang tidak boleh dilanggar saat akan memasuki kerajaan ini, yaitu tidak boleh menyenggol perbatasan pohon murbei beracun. Pohon itu sudah dilapisi dengan kekuatan sihir para pemangku kepentingan disana, sehingga dapat mendeteksi orang yang melanggar batasnya.

IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang