HARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+
(Bukan novel terjemahan)
Karya asli mochiatmadeva, no copas!
" Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
Mencoba buat terus update tapi agak susah besti karena suatu dan lain hal, maapkeun ya 🙏🏻😂
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
"Ngutang? Maaf nona apakah itu buah-buah? Kami tidak menjual yang seperti itu, yang kami jual adalah yang saat ini nona makan." jelas si penjual sate tersebut dengan wajah bingung karena estrella menyebutkan kata yang tidak familiar.
Sembari menggaruk kepala yang tidak gatal Estrella mulai lagi dengan kebiasaannya dengan mengucapkan kata random yang berbalik seperti buah simalakama untuknya. "Ehm itu adalah pakaian dalam wanit-- ah maksud saya itu adalah sistem pembayaran yang tertunda yang mempermudah pembelian dan nantinya membuat toko semakin ramai. Ya itu maksud saya tadi." jawab estrella dengan senyum yang lebar.
Faktanya berbalik, utang bukan hanya bisa membuat ramai pembeli tapi ramai keributan karena toko bisa saja bangkrut. Estrella yang sudah kepalang tanggung dengan situasinya mengedikkan bahu peetanda tidak peduli, hitung-hitung menghancurkan negara dari dalam kan?
Bahkan Marie yang berada disampingnya ikut terkesima dengan penjelasan tersebut. Dia berpikir bahwa majikannya ini selain pintar memasak pintar juga dalam membuat orang setuju dengan pemikirannya.
"Oh, kurasa itu bagus untuk kelanjutan toko saya. Bisakah nona jelaskan lebih jauh untuk sistem ngutang itu penerapannya seperti apa kedepannya? Saya ingin toko semakin laris dan banyak yang membeli. Sebagai imbalan saya tidak akan meminta bayaran untuk sate yang sudah nona makan. Saya rasa 15 sate cukup kan nona?" senyum canggung menghiasi wajah si penjual sate.
Ternyata selagi berbincang masalah utang estrella sudah menghabiskan 15 tusuk sate, bukankah estrella ini seperti mukbangers yang menyamar menjadi tuan putri?
"Waduh maaf ya saya tidak sadar kalau sudah menghabiskan 15 tusuk sate ini, y-ya begini jadi untuk sistem ngutang nantinya uang dari pembelian yang dilakukan akan diterima setelah itu dengan jeda waktu yang tidak bisa di tentukan. Misalnya saya membeli ini, anda bisa mencatatnya sebagai utang, dan saya akan melunasinya sampai saya mendapatkan uang untuk membayar." alih estrella agar si penjual tidak kembali membahas sate yang ia makan.
Dengan menganggukan kepalanya hikmat, si penjual merasa paham dengan penjelasan estrella tetapi tiba-tiba mengerutkan dahi, "kalau si pembeli tidak juga membayar?"
"Timpuk saja kepalanya pakai batu." wajah polos estrella terlihat meyakinkan dan juga tidak terlihat berbohong sehingga si penjual percaya begitu saja.
"Baik terimakasih atas ide yang sangat luar biasa itu nona. Tidak sia-sia saya memberikan 15 tusuk sate pada non-- " si penjual melongo karena terlihat estrella terlihat memakan 1 lagi sate dengan mengendap-endap.